Breaking News:

Curah Hujan Tinggi Dua Desa di Kampar yang Berbatasan dengan Pekanbaru Dilanda Banjir

Curah hujan tinggi beberapa hari belakangan berimbas pada terjadinya banjir di sejumlah desa di Kampar akibat anak sungai yang meluap, Selasa.

Penulis: Ikhwanul Rubby | Editor: Ariestia
Istimewa
Curah hujan tinggi beberapa hari belakangan berimbas pada terjadinya banjir di sejumlah desa di Kampar akibat anak sungai yang meluap, Selasa (27/4/2021). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKINANG - Curah hujan tinggi beberapa hari belakangan berimbas pada terjadinya banjir di sejumlah desa di Kampar akibat anak sungai yang meluap, Selasa (27/4/2021).

Dua desa di Kabupaten Kampar dilanda banjir luapan air Sungai Sibam dan aliran drainase yang tidak mampu menampung debit air hujan yang tinggi.

Kepala Operasi BPBD Kampar, Adi Chandra Lukita menjelaskan ada dua desa di Kabupaten Kampar yang dilada banjir dari kemarin hingga hari ini.

Dua desa tersebut antaranya Desa Karya Indah Kecamatan Tapung dan Desa Tarai Bangun Kecamatan Tambang.

Ada kurang lebih 400 Kepala Keluarga terdampak dalam peristiwa banjir tersebut.

Dua desa yang dilanda banjir ini berbatasan langsung dengan ibukota Provinsi Riau, Kota Pekanbaru.

Adi menuturkan pada hari kedua ini tinggi air sudah jauh mengalami surut dan masyarakat sudah mulai melakukan pembersihan rumah.

"Kita berharap hari ini dan besok tidak terjadi hujan dengan curah yang tinggi," ungkapnya.

Tingginya curah hujan dapat menyebabkan ketinggian air sungai kembali naik.

Kota Pekanbaru Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir Hingga 30 April 2021

Sementara itu Pemerintah Pekanbaru telah menetapkan menetapkan status tanggap darurat banjir. Penetapan status ini bakal diperpanjang hingga 30 April 2021 mendatang.

Ada perpanjangan status itu seiring kondisi cuaca saat ini. Apalagi BMKG memprediksi hujan masih terus terjadi hingga akhir April nanti.

"Curah hujan masih meningkat, maka Wali Kota Pekanbaru menetapkan status tanggap darurat bencana banjir," jelas Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru, Muhammad Jamil kepada Tribunpekanbaru.com, Senin (26/4/2021).

Menurutnya, penetapan status ini agar pemerintah kota bisa mengambil langkah antisipasi banjir. Mereka berupaya mengoptimalkan penanganan banjir.

Jamil mengatakan banjir yang terjadi tidak hanya akibat curah hujan tinggi. Ada juga luapan sungai yang ada di sekitar pemukiman masyarakat.

Dirinya mengimbau agar masyarakat bisa waspada terhadap ancaman banjir. Pemerintah kota berupaya melakukan langkah antisipasi terhadap banjir.

"Kita imbau agar masyarakat tetap waspada, kita juga lakukan langkah antisipasi," jelasnya.

(Tribunpekanbaru.com/ Ikhwanul Rubby/Fernando Sikumbang)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved