Breaking News:

Berita Riau

Vonis Terdakwa Korupsi BBM di Pelalawan Dinilai Terlalu Rendah, JPU Tak Puas dan Nyatakan Banding

Vonis pidana penjara 6,5 tahun,kepada terdakwa M Yasirwan pada kasus Dugaan Korupsi Pengadaan BBM Dinas PUPR Pelalawan buat JPU tak puas dan banding

Penulis: Rizky Armanda | Editor: CandraDani
Istimewa
Terdakwa kasus dugaan tindak pidana korupsi belanja bahan bakar minyak gas maupun pelumas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pelalawan, M Yasirwan menjalani sidang tuntutan, Kamis (18/03/2021) di Pengadilan TIpikor Pekanbaru. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU-Vonis pidana penjara 6,5 tahun, yang dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Tipikor Pada Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru kepada terdakwa M Yasirwan, menyisakan ketidakpuasan bagi Jaksa Penuntut Umum (JPU).

M Yasirwan ini, merupakan pesakitan dalam perkara korupsi dalam kegiatan belanja bahan bakar minyak (BBM), gas dan pelumas pada Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Pelalawan

Dia merupakan mantan Kepala Seksi Peralatan pada Bidang Bina Teknik Dinas PU Kabupaten Pelalawan, dan bertindak sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dalam kegiatan bermasalah itu.

Atas vonis itu, JPU Kejari Pelalawan menyatakan banding. Disusul kemudian oleh terdakwa yang juga menyatakan banding.

"Jadi yang menyatakan banding duluan itu JPU," kata Panitera Muda (Panmud) Tipikor pada Pengadilan Negeri Pekanbaru, Rosdiana Sitorus, Rabu (28/4/2021).

Baca juga: Tahan Ya, Tahan, Sampai Tanganmu Meledak, Viral Video Polisi Ajari Remaja Nyalakan Mercon 20 CM

Diungkapkan Rosdiana, dengan adanya permohonan banding itu, JPU pun diminta untuk menyiapkan memori banding.

Demikian juga kepada terdakwa, yang diminta menyiapkan memori kontra banding.

Setelah itu dilanjutkan dia, memori banding dan memori kontra banding itu akan diteruskan ke Pengadilan Tinggi Pekanbaru untuk diputus.

"Jadi tinggal menunggu keputusan dari Pengadilan Tinggi (Pekanbaru). Disana yang memvonis nanti, apakah banding JPU diterima, atau menguatkan vonis Pengadilan Negeri," sebut Rosdiana.

Untuk diketahui, vonis yang diterima terdakwa ini, lebih rendah jika dibanding tuntutan JPU, yakni 7,5 tahun penjara.

Baca juga: Bos Facebook Oles Tabir Surya Agar Tak Dikenali Paparazi, Tapi Wajahnya Malah Mirip Tokoh Joker

Kasus yang menjerat Yasirwan ini bermula dari adanya temuan pengadaan BBM dan pelumas di Dinas PU Pelalawan yang nilainya diduga digelembungkan dan fiktif pada tahun anggaran 2015 sebesar Rp4 milliar dan 2016 sebesar Rp4,7 milliar. Uang itu bersumber dari APBD Pelalawan.

Diduga ada penggelembungan harga dan penggunaan bukti pertanggungjawaban yang tidak benar. Sehingga menimbulkan kerugian keuangan negara yang diduga mencapai Rp.1.864.011.663.

Pensiunan PNS ini, dijerat Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.(Tribunpekanbaru.com/Rizky Armanda)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved