Breaking News:

Berkas Penipuan Jual Beli Ratusan Hektare Lahan KUD di Siak Lengkap, Pekan Depan Sidang

Berkas perkara pemalsuan dokumen dan penyerobotan lahan KUD Tunas Muda, Kampung Teluk Merbau, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak lengkap

Tribunpekanbaru.com /mayonal putra
Ketua KUD Tunas Muda Kampung Teluk Merbau, Kecamatan Dayun, Kanupaten Siak, Setiono (kiri) bersama PH-nya Dedy Reza, SH dan seorang anggota di laman kantor Kejari Siak. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Berkas perkara dugaan pemalsuan dokumen dan penyerobotan lahan Koperasi Unit Desa (KUD) Tunas Muda, Kampung Teluk Merbau, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, Provinsi Riau akhirnya lengkap atau P21.

Ketua KUD Tunas Muda, Setiono langsung mengucapkan rasa syukur dan berterimakasih kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Siak.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur karena Kejari Siak memproses berkas perkara kita yang diajukan Polres Siak. Terimakasih banyak kepada Bapak dan Ibu Jaksa, akhirnya mafia tanah terungkap juga,” kata Setiono penih rasa haru, Kamis (29/4/2021).

Rasa harunya bersama pengurus KUD Tunas Muda dan anggota lainnya disampaikan karena proses tahap II perkara ini terbilang panjang dan lama.

Ia juga mengucapkan terimakasih kepada pihak kepolisian yang telah dengan cepat memproses perkara itu.

Setiono bersama pengurus KUD tersebut didampingi Penasehat Hukum (PH)nya Dedy Reza, SH berkali-kali mendatangi kantor Kejari Siak sejak polisi mengirim berkas perkara.

“Sebenarnya kami ingin mengetahui setiap saat perkembangan perkara ini, sebab seluas 122 Ha kebun anggota koperasi kami yang dijual kepada KUD Sialang Makmur, Kabupaten Pelalawan tidak kunjung dilunasi, tetapi disertifikatkan oleh oknum koperasi tersebut, dengan memakai dokumen yang diduga palsu,” kata Setiono.

Menurut Setiono, awalnya ada rasa was-was jika perkara ini tidak diproses dengan baik, sebab anggota koperasi terus mendesaknya.

Setelah berkas dipelajari Kejaksaan ternyata ditindaklanjuti.

Hal tersebut menjadi pembuktian baginya untuk meyakini anggota KUD yang dipimpinnya bahwa aparat penegak hukum bekerja secara profesional.

“Begitu kami mengetahui sudah P21 kami semua bersyukur dan meyakini bahwa aparat penegak hukum kita, mulai dari kepolisan, Kejaksaan hingga Pengadilan bekerja dengan baik. Sampai dititik ini saja ada kelegaan dan keyakinan kami bahwa keadilan itu dapat ditegakkan,” ujar petani kelapa sawit itu.

Selain itu, hal yang menggembirakan baginya adalah Kejari Siak juga telah mengirim berkas ke Pengadilan Negeri (PN) Siak.

Jadwal sidang perdana yakni Rabu pekan depan.

Setiono bersama beberapa orang kepengurusannya bakal mengawal jalannya persidangan ini.

“Kami berharap Kejaksaan dapat memberikan tuntutan maksimal kepada terdakwa, begitupun harapan kami kepada majlis hakim agar dapat memutuskan dengan putusan yang seadil-adilnya. Kami haqqul yakin keadilan dan rasa adil itu akan dapat kami rasakan,” kata dia.

PH KUD Tunas Muda Dedy Reza menyampaikan, kliennya kehilangan lahan kebun sawit seluas 122 Ha karena tertipu jual beli lahan dengan KUD Sialang Makmur asal Pelalawan.

Permasalahan ini terjadi atas dasar jual beli yang sah pada 2011 lalu, namun ada ketidaksesuaian janji bayar.

KUD Tunas Muda menjual lahan di Kampung Dayun seluas 122 Ha senilai Rp6,9 miliar. Koperasi Sialang Makmur membayar uang muka Rp3,9 miliar.

KUD Sialang Makmur sebagai pembeli meminta Surat Keterangan Ganti Rugi (SKGR) kepada KUD Tunas Muda pada 2013 lalu.

Halaman
12
Penulis: Mayonal Putra
Editor: rinalsagita
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved