Breaking News:

Video Berita

VIDEO: Takziah ke Rumah Orang Tua Awak KRI Nanggala, Bupati Alfedri Baca Chat WA Terakhir Sertu Eki

Bupati Alfedri dan rombongan menemui ayah kandung Sertu Bah Yoto Eki Setiawan, Kris Handoko dan keluarganya yang masih diselimuti duka cita.

Penulis: Mayonal Putra | Editor: aidil wardi

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK – Bupati Siak Alfedri dan jajaran bersama Wakil Bupati Siak Terpilih Husni Merza datang takziah ke rumah orang tua awak kapal selam KRI Nanggala -402 Sertu Yoto Eki Setiawan di Dusun Sri Mersing, Desa Jati Baru, Kecamatan Bungaraya, Rabu (28/4/2021) sore.

Kedatangan rombongan bupati Siak ini diwarnai hujan lebat yang mengguyur dusun tersebut.

Alfedri dan rombongan menemui ayah kandung Sertu Bah Yoto Eki Setiawan, Kris Handoko dan keluarganya yang masih diselimuti duka cita.

Rombongan tersebut turut bersedih sekaligus terharu mendengar kisah Sertu Yoto Eki, hingga kapal tempatnya bertugas dinyatakan tenggelam di Laut Bali.

Adik sebapak Sertu Yoto Eki, Thomas Prabowo (18) juga masih berkabung dengan kisah tragis kapal selam KRI Nanggala -402 tersebut.

Sebab, Thomas mempunyai hubungan erat dan sering komunikasi lewat Ponsel dengan Sertu Yoto Eki.

Baik sebelum masuk kapal selam maupun saat sudah berada di dalam kapal tersebut. Hanya tenggelamnya kapal tersebutlah yang menghentikan komunikasi kedua orang kakak beradik itu.

Thomas memperlihatkan isi caht WA-nya dengan Sertu Yoto Eki kepada Alfedri.

Chat itu dibaca Alfedri berulang-ulang sehingga membuatnya ikut merasakan kesedihan Thomas. Apalagi isi chat WA Sertu Yoto Eki dengan Thomas itu bikin hati meleleh.

“Chat WA Sertu Eki dengan adiknya Thomas sejak tanggal 5 April sampai 15 April bikin saya bangga dan tentunya juga sedih. Adiknya selalu bertanya kepadanya, dan sebagai abang dia juga melayanani dengan baik.

Adiknya minta izin mau ke Dumai untuk tes TNI AL, jawaban Sertu Eki membanggakan, dia pesan semangat dan minta restu ke orang tua,” kata Alfedri.

Dalam Chat WA itu, kata Alfedri, adiknya Thomas minta dibelikan sepatu kepada Sertu Eki. Sertu Eki langsung mengiyakan dan meminta size serta alamat lengkap. Begitu sepatu itu tiba di rumah orangtuanya di Bungaraya, Thomas kembali mengabari Sertu Eki.

“Thomas minta sepatu kepada Sertu Eki yang keberadaannya di dalam kapal. Kata Thomas kepada Sertu Eki, sepatunya untuk jogging sudah rusak, kalau mau minta sama Bapak malu.

Sertu Eki langsung tanggapi, minta ukuran dan alamat lengkap, kemudian mengirimkan adiknya sepatu sporty berwarna biru,” kata Alfedri.

Penasaran dengan sepatu kiriman Sertu Eki, Alfedri meminta Thomas memperlihatkan.

Thomas yang baru tamat SMAN 1 Bungaraya itu langsung mengambil sepatu itu dan memperlihatkan kepada Alfedri.

Alfedri dan Husni juga mengambil cerita dari Kris Handoko, ayah kandung Sertu Yoto Eki Setiawan.

Menurut Kris Handoko kepada Alfedri, biasanya Sertu Eki selalu pamit setiap melakukan kegiatan di laut. Pesan Sertu Eki setiap hendak ikut dengan kapal membuatnya merinding. Pesan itu adalah: jika sudah menyelam, jangan diharap akan pulang.

“Kali ini Sertu Eki tidak pamit kepada bapaknya, namun chatting sama adiknya saja. Tetapi bagi bapaknya tidak ada firasat apa-apa, tetapi kaget setelah melihat berita di TV, bahwa KRI Nanggala 402 tenggelam. Kemudian bapaknya langsung menelepon keluarganya yang di Sidoarjo,” kata Alfedri.

Pada kesempatan itu Alfedri juga menyerahkan sagu hati kepada Kris Handoko. Ia mendoakan Thomas lulus menjadi prajurit TNI AL, yang bisa meneruskan perjuangan Sertu Bah Yoto Eki Setiawan.

Bagi Alfedri, Sertu Eki merupakan kebanggaan masyarakat Siak. Meskipun besar di Jawa, namun syarat pendaftaran masuk TNI AL diurus dari Siak. Hal tersebut menandakan bahwa Sertu Eki juga mempunyai hubungan emosional yang kuat dengan Kabupaten Siak.

“Pada 2014 lalu Sertu Eki sudah 2 kali datang ke Siak, sempat berkeliling Siak dan mengabadikan momennya. Ini sangat membanggakan kita,” kata Alfedri.

Alfedri menilai, jika benar ditakdirkan gugur dengan peristiwa KRI Nanggala -402, Sertu Yoto Eki adalah syuhada. Sertu Yoto Eki sedang melaksanakan tugasnya sebagai prajurit TNI AL, dalam rangka menjaga kedaulatan NKRI.

Menurut Kris Handoko, anaknya Sertu Yoto Eki baru pindah tugas di kapal Nanggala -402 baru 2 tahun lalu. Kris masih berharap Sertu Yoto Eki masih hidup, sebab sampai saat ini jasadnya belum ditemukan.

“Sampai saat ini saya belum yakin kalau dia gugur, sebab jasadnya belum ditemukan.

Dari hati nurani saya paling dalam, dia masih hidup. Kalau masih hidup saya harap segera pulang ke rumah istrinya, kalau gugur semoga diterima di sisi Allah.

Kepada masyarakat jangan putus asa. Anak saya yang satu lagi, Thomas juga ingin masuk TNI AL, saya tidak kapok, justru saya bangga ada adiknya yang meneruskan perjuangan abangnya. Semoga dia cepat bisa masuk,” kata Kris. (Tribunpekanbaru.com/Mayonal Putra)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved