Breaking News:

Balita 2 Tahun Disiksa Selingkuhan Ibunya Hingga Tewas, Ekspos Kasus Penganiayaan Anak di Bengkalis 

Kasus penganiayaan anak berumur 2 tahun di Bengkalis yang sempat viral dimedia sosial facebook beberapa waktu lalu akhirnya terungkap.

Tribun Pekanbaru/Muhammad Natsir
Satreskrim Polres Bengkalis saat ekpos pelaku penganiayaan di Bengkalis. Kasus penganiayaan anak berumur 2 tahun di Bengkalis yang sempat viral dimedia sosial facebook beberapa waktu lalu akhirnya terungkap. 

Seperti diberitakan sebelumnya, penganiyaan anak berumur dua tahun ini heboh di media sosial media facebook warga Bengkalis.

Pemilik akun facebook  Andrew Callista Wilsen Moms memposting kondisi keponakannya yang mengenaskan setelah dianiaya oleh ibu kandung korban dan selingkuhannya.

Saat dikonfirmasi tribun melalui seluler pemilik akun tersebut membenarkan apa yang dipostingnya di media sosial itu merupakan keponakannya.

Serta pelaku penaniayaan merupakan ibu kandung korban yang juga kakak iparnya bernama Yeni, Sedangkan pria yang ada di foto postingan merupakan selingkuhan kakak iparnya.

Pemilik akun ini bernama Ice (32) warga Kalimantan Tengah (Kalteng).

Ice bercerita,  berawal pada Februari lalu sehabis Imlek kakak Iparnya bernama Yeni pergi dari Tebing Tinggi menuju Bengkalis menjumpai pria bernama Aldy Pranata pada akun facebooknya.

"Jadi Aldy Pranata ini kabarnya pacar kakak ipar saya, mereka berkenalan melalui facebook. Entah bagaimana ceritanya kakak ipar saya mengejar laki laki ini sampai ke Bengkalis dan membawa anaknya," awal Ice bercerita, Rabu (28/4) siang.

Awalnya Ice dan keluarga lainnnya dari pihak suami tidak tahu kepergian kakak ipar mereka ke Bengkalis.

Karena yang mereka ketahui Yeni dan abangnya Ades belum ada kata pisah atau bercerai.

"Awalnya kami tahu mereka sempat ada cekcok rumah tangga. saat itu abang saya diusir dari rumah oleh kakak Ipar saya dari rumah dan pulang ke rumah orangtua kami," terang Ice.

Karena tidak serumah lagi, abang Ice tidak mengetahui kalau istrinya sudah pergi ke Bengkalis.

Baru diketahui saat Yeni bercerita dengan istri paman mereka.

"Saat itu Yeni ngenalin cowok barunya kepada istri paman. Serta curhat dengan istri paman dan mengaku bawa anaknya ke Bengkalis," terang Ice.

Istri pamannya sempat mengingatkan Yeni apakah tidak takut berada di Bengkalis jauh dari keluarga.

Namun Yeni mengatakan tidak takut, karena pacar barunya ini menurut dia baik dan bekerja jual pinang serta beternak ayam dan kelinci.

"Istri paman kami sempat meninta Yeni untuk pulang, dan kasihan dengan anaknya jauh dari bapaknya. Saat itu Yeni sempat mengaku mau pulang sekaligus menjalankan ritual sembahyang bapaknya," terang Ice.

Namun ketika Yeni meminta izin dengan pacarnya, raut wajah pacarnya berubah dan tidak mengizinkan pulang ke Tebing Tinggi.

Mengetahui Yeni dilarang pacarnya pulang istri pamannya mengingatkan kalau orang seperti itu tidak baik.

"Istri paman ini juga mengingatkan agar Yeni menyelesaikan dahulu hubungannya dengan suaminya. Kemudian barulah melanjutkan hubungan dengan pacarnya tersebut," tambah Ice.

Namun setelah diingatkan ini Yeni ternyata tidak kunjung pulang. Malah tidak lama setelah itu Yeni sempat berkomunikasi dengan kakak iparnya atau kakak dari Ice, Yeni menawarkan kakak iparnya untuk mengadopsi anak yang dibawanya ke Bengkalis.

"Kebetulan kakak saya itu sudah lama berumah tangga tapi belum memmiliki anak," terang Ice.

Namun saat itu kakak Ipar Yeni menolak karena anak tersebut sudah dua tahun dan cukup besar dan sudah mengenal ibu dan ayahnya

. Yeni mendengar hal itu kemudian marah dan dia bilang kepada kakak iparnya kalau anak itu tetap bersamanya maka akan sengsara hidupnya.

"Awalnya keluarga kami tidak mengerti maksud Yeni ini. Keluarga kami sempat bilang bawa pulang saja anaknya berikan kepada bapaknya," ungkap Ice.

Tidak kunjung ada kabar, beberapa waktu lalu Ice dapat kabar dari kakaknya yang mengirimkan foto anak Yeni dalam keadaan sakit. Kabar tersebut diterimanya pada Sabtu (24/4) kemari.

Bahkan kakak Ice selang beberapa lama menelpon dan mengatakan anak Yeni sudah meninggal dunia. Keponakannya itu meningga dini hari Minggu (24/4) beberapa jam setelah Ice mendapat kabar keponakannya sakit

"Ketika menyadari hal ini saya melihat foto foto keponakannya yang dikirimkan kakak saya. Kondisinya sudah memar memar dan tidak wajar saya langsung telpon bapak korban yakni abang saya," terang Ice.

Saat menelpon Ice menanyakan apa benar kondisi anaknya seperti difoto yang diterima. Ice meminta abangnya untuk melaporkan kondisi ini kepada polisi.

"Abang saya kemarin itu bilang bagaimana mau lapor polisi, dirinya saja tidak bekerja dan lagi tidak memegang uang. Saat itu juga saya minta dia untuk buat laporan di Polres Tebing Tinggi, dan saya janji kirimkan uang untuk membantunya," tambah Ice.

Ades langsung melaporkan ke Polres Tebing Tinggi setelah mendapat dorongan dari adiknya ini. Kemudian setelah menerina kiriman uang oleh Ice, Ades langsung menuju Bengkalis untuk membuat laporan di Polres Bengkalis.

"Baru sampai di kapal RoRo penyeberangan kemarin, kami dapat kabar dua orang inisudah ditangkap Satreskrim Polres Bengkalis," tambahnya.

Saat Ades sampai Bengkalis tidak berjumpa dengan jasad anaknya karena sudah di kebumikan.

"Melihat fotonya saja keponakan saya ini saja kami sudah merasa hancur, anak sekecil itu babak belur kondisinya," terang Ice.

Inilah menjadi alasan Ice memposting kondisi keponakan di facebook grup warga Bengkalis. Dirinya ingin tahu keberadaan dua pelaku sehingga memudahkan abangnya untuk mencari dan melaporkan ke Polisi.

"Makanya saya posting agar ada bantuan dari warganet, dan bersyukur warga Bengkalis mau membantu dan sangat baik memberi informasi sampai dua pelaku ini ditangkap," tandasnya.(Tribunpekanbaru.com/Muhammad Natsir)

 Foto : Satreskrim Polres Bengkalis Saat Ekpos pelaku penganiayaan di Bengkalis
 

--

Penulis: Muhammad Natsir
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved