Breaking News:

Mama Muda di Riau Hanya Diam Saksikan Anaknya Dianiaya Pacar, Pelaku Sebut Korban Dirasuki Roh Jahat

Seorang mama muda di Riau hanya diam saksikan anaknya dianiaya pacar , dan pelaku menyebut korban dirasuki roh jahat

Tribun Pekanbaru/Instagram.com
Mama Muda di Riau Hanya Diam Saksikan Anaknya Dianiaya Pacar, Pelaku Sebut Korban Dirasuki Roh Jahat. Foto: Ilustrasi pelakor - istri muda - istri kedua - mama muda - ibu muda - istri pertama - poligami - pelakor cantik 

Selama konferensi pers berlangsung, kedua tersangka yang dihadirkan oleh Satreskrim Polres Bengkalis.

Tidak ada penyesalan dari pelaku dan ibu kandung korban.

Keduanya hanya tertunduk lesu.

Kepada wartawan, ibu kandung korban mengaku sudah berusaha melarang Rudi melakukan kekerasan terhadap anaknya.

Namun, Rudi berkeras ada roh jahat di tubuh korban dan Yeni membiarkannya saja.

Kedua pelaku terancam hukuman berat karena melakukan kekerasan terhadap anak hingga meninggal dunia. Penyidik Satreskrim menerapkan Pasal 80 Ayat (3) dan (4), Jo Pasal 76C Undang - Undang RI Nomor 17 tahun 2016 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang - Undang Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang - Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak menjadi Undang - Undang. Ancaman pidana 20 Tahun kurungan penjara.

Seperti diberitakan sebelumnya, penganiyaan anak berumur dua tahun ini heboh di media sosial media facebook warga Bengkalis.

Pemilik akun facebook  Andrew Callista Wilsen Moms memposting kondisi keponakannya yang mengenaskan setelah dianiaya oleh ibu kandung korban dan selingkuhannya.

Saat dikonfirmasi tribun melalui seluler pemilik akun tersebut membenarkan apa yang dipostingnya di media sosial itu merupakan keponakannya.

Serta pelaku penaniayaan merupakan ibu kandung korban yang juga kakak iparnya bernama Yeni, Sedangkan pria yang ada di foto postingan merupakan selingkuhan kakak iparnya.

Pemilik akun ini bernama Ice (32) warga Kalimantan Tengah (Kalteng).

Ice bercerita,  berawal pada Februari lalu sehabis Imlek kakak Iparnya bernama Yeni pergi dari Tebing Tinggi menuju Bengkalis menjumpai pria bernama Aldy Pranata pada akun facebooknya.

"Jadi Aldy Pranata ini kabarnya pacar kakak ipar saya, mereka berkenalan melalui facebook. Entah bagaimana ceritanya kakak ipar saya mengejar laki laki ini sampai ke Bengkalis dan membawa anaknya," awal Ice bercerita, Rabu (28/4) siang.

Awalnya Ice dan keluarga lainnnya dari pihak suami tidak tahu kepergian kakak ipar mereka ke Bengkalis.

Karena yang mereka ketahui Yeni dan abangnya Ades belum ada kata pisah atau bercerai.

"Awalnya kami tahu mereka sempat ada cekcok rumah tangga.

Saat itu abang saya diusir dari rumah oleh kakak Ipar saya dari rumah dan pulang ke rumah orangtua kami," terang Ice.

Karena tidak serumah lagi, abang Ice tidak mengetahui kalau istrinya sudah pergi ke Bengkalis.

Baru diketahui saat Yeni bercerita dengan istri paman mereka.

"Saat itu Yeni ngenalin cowok barunya kepada istri paman serta curhat dengan istri paman dan mengaku bawa anaknya ke Bengkalis," terang Ice.

Istri pamannya sempat mengingatkan Yeni apakah tidak takut berada di Bengkalis jauh dari keluarga.

Namun Yeni mengatakan tidak takut, karena pacar barunya ini menurut dia baik dan bekerja jual pinang serta beternak ayam dan kelinci.

"Istri paman kami sempat meninta Yeni untuk pulang, dan kasihan dengan anaknya jauh dari bapaknya.

Saat itu Yeni sempat mengaku mau pulang sekaligus menjalankan ritual sembahyang bapaknya," terang Ice.

Namun ketika Yeni meminta izin dengan pacarnya, raut wajah pacarnya berubah dan tidak mengizinkan pulang ke Tebing Tinggi.

Mengetahui Yeni dilarang pacarnya pulang istri pamannya mengingatkan kalau orang seperti itu tidak baik.

"Istri paman ini juga mengingatkan agar Yeni menyelesaikan dahulu hubungannya dengan suaminya.

Kemudian barulah melanjutkan hubungan dengan pacarnya tersebut," tambah Ice.

Namun setelah diingatkan ini Yeni ternyata tidak kunjung pulang.

Malah tidak lama setelah itu Yeni sempat berkomunikasi dengan kakak iparnya atau kakak dari Ice, Yeni menawarkan kakak iparnya untuk mengadopsi anak yang dibawanya ke Bengkalis.

"Kebetulan kakak saya itu sudah lama berumah tangga tapi belum memiliki anak," terang Ice.

Namun saat itu kakak Ipar Yeni menolak karena anak tersebut sudah dua tahun dan cukup besar dan sudah mengenal ibu dan ayahnya.

Yeni mendengar hal itu kemudian marah dan dia bilang kepada kakak iparnya kalau anak itu tetap bersamanya maka akan sengsara hidupnya.

"Awalnya keluarga kami tidak mengerti maksud Yeni ini.

Keluarga kami sempat bilang bawa pulang saja anaknya berikan kepada bapaknya," ungkap Ice.

Tidak kunjung ada kabar, beberapa waktu lalu Ice dapat kabar dari kakaknya yang mengirimkan foto anak Yeni dalam keadaan sakit.

Kabar tersebut diterimanya pada Sabtu (24/4) kemari.

Bahkan kakak Ice selang beberapa lama menelpon dan mengatakan anak Yeni sudah meninggal dunia.

Keponakannya itu meninggal dini hari Minggu (24/4) beberapa jam setelah Ice mendapat kabar keponakannya sakit

"Ketika menyadari hal ini saya melihat foto-foto keponakannya yang dikirimkan kakak saya.

Kondisinya sudah memar memar dan tidak wajar saya langsung telpon bapak korban yakni abang saya," terang Ice.

Saat menelpon Ice menanyakan apa benar kondisi anaknya seperti difoto yang diterima.

Ice meminta abangnya untuk melaporkan kondisi ini kepada polisi.

"Abang saya kemarin itu bilang bagaimana mau lapor polisi, dirinya saja tidak bekerja dan lagi tidak memegang uang.

Saat itu juga saya minta dia untuk buat laporan di Polres Tebing Tinggi, dan saya janji kirimkan uang untuk membantunya," tambah Ice.

Ades langsung melaporkan ke Polres Tebing Tinggi setelah mendapat dorongan dari adiknya ini.

Kemudian setelah menerina kiriman uang oleh Ice, Ades langsung menuju Bengkalis untuk membuat laporan di Polres Bengkalis.

"Baru sampai di kapal RoRo penyeberangan kemarin, kami dapat kabar dua orang ini sudah ditangkap Satreskrim Polres Bengkalis," tambahnya.

Saat Ades sampai Bengkalis tidak berjumpa dengan jasad anaknya karena sudah di kebumikan.

"Melihat fotonya saja keponakan saya ini saja kami sudah merasa hancur, anak sekecil itu babak belur kondisinya," terang Ice.

Inilah menjadi alasan Ice memposting kondisi keponakan di facebook grup warga Bengkalis.

Dirinya ingin tahu keberadaan dua pelaku sehingga memudahkan abangnya untuk mencari dan melaporkan ke Polisi.

"Makanya saya posting agar ada bantuan dari warganet, dan bersyukur warga Bengkalis mau membantu dan sangat baik memberi informasi sampai dua pelaku ini ditangkap," tandasnya.

Ibu di Riau Terkejut Melihat Kaki Terapung di Kolam, Ternyata Kaki Anaknya

Seorang ibu di Riau terkejut melihat kaki manusia terapung di kolam ikan saat mencari anak laki-lakinya yang sempat dilaporkan hilang .

Setelah polisi datang dan mengangkat kaki terapung di kolam ikan tersebut, kaki itu utuh bersama dengan jasadnya, dan ternyata itu adalah anak dari ibu di Riau itu yang sempat dilaporkan hilang .

Anak kandung ibu di Riau yang ditemukan dari kaki terapung di kolam ikan itu bernama Bambang Gunardi, warga Desa Semunai, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau Sempat Dilaporkan Hilang .

Bambang ditemukan tewas mengenaskan di dalam sebuah kolam ikan dengan beberapa luka di sekitaran Kebun Kelapa Sawit di desa milik Karyawan Ginting pengusaha di desa tersebut.

Korban ditemukan Selasa (6/4/2021) lalu oleh Noni Sukmana kakak korban bersama ibu kandung korban yang melakukan pencarian.

Saat pertama kali ditemukan dua saksi ini awalnya melihat sebuah kaki yang muncul ke permukaan kolam ikan itu.

"Saat melihat kaki ini dua orang saksi ini langusung menghubungi paman korban untuk meminta tolong," terang Kasatreskrim Polres Bengkalis AKP Meki Wahyudi saat ekpos tindak pidana pembunuhan di Kecamatan Pinggir pada Jumat (30/4/2021) siang di depan Mapolres Bengkalis.

Dari informasi ini, berselang beberapa saat kemudian warga setempat berdatangan ke lokasi penemuan kaki tersebut.

Kaki yang timbul tersebut baru dievakuasi setelah datang petugas dari Polsek Pinggir bersama petugas dari RSUD Mandau.

"Saat diangkat ternyata kaki yang ditemukan utuh dengan jasadnya berjenis kelamin pria.

Setelah dilakukan pemeriksaan ternyata jasad tersebut merupakan pria bernama Bambang yang dicari oleh keluarganya termasuk dua orang yang menemukan jasad tersebut," terang Kasat.

Menurut Kasatreskrim korban sudah dinyatakan hilang sejak tanggal 1 April lalu, bahkan pihak keluarga sudah membuat laporan Kepolisian terkait hilangnya Bambang.

"Untuk memastikan jasad tersebut Bambang, Satreskrim Polres Bengkalis mendatangkan langsung tim DVI dari Polda Riau melakukan otopsi," tambah Meki.

Hasil otopsi ditemukan ada dugaan kekerasan benda tumpul yang didapat di sekitaran leher mayat ini.

Serta ada ditemukan patah tulang rusuk serta robekan pada jantung korban.

"Diduga serangan benda tumpul inilah menjadi penyebabkan kematian korban hasil otopsi yang dilakukan," tambahnya.

Berdasarkan temuan dan laporan dari keluarga korban sebelumnya, tim Satreskrim Polres Bengkalis langsung melakukan penyelidikan bersama tim Jatanras Polres Bengkalis.

"Hasil penyelidikan di lapangan ditemukan ada salah satu teman korban setelah korban hilang tidak berada di tempat lagi.

Teman korban tersebut bernama Fauzan yang tinggal bersama Bambang," terangya.

Petugas pun melakukan pelacakan keberadaan Fauzan dan diketahui Fauzan sedang berada di Kabupaten Batang Hari Provinsi Jambi.

Dari informasi ini tim Satrekrim Polres Bengkalis pada tanggal 15 April lalu mengamankan Fauzan di sebuah Kebun Karet di Batang Hari.

"Ketika dilakukan interogasi singkat saat penangkapan, Fauzan mengakui telah membunuh rekannya bernama Bambang pada tanggal 1 April lalu," terang Meki.

Pengakuan Fauzan, dirinya melakukan pembunuhan pada malam hari sekitar pukul 20.00 WIB.

Fauzan tega menghabisi nyawa rekannya lantaran sakit hati, karena korban telah menghina keluarga Fauzan yakni anak dan istri pelaku.

"Pembunuhan dilakukan dengan cara memukul,menghantam dan mencekik korban.

Setelah memastikan korban meninggal dunia, tersangka Fauzan langsung memasukkan jasad Bambang ini ke dalam kolam," terang Kasat.

Setelah membunuh korban, Fauzan melarikan kendaraan sepeda motor milik korban dan menjualnya seharga dua juta rupiah.

Hasil penjualan ini digunakan untuk biaya hidupnya selama berada di Jambi.

Akibat perbuatannya tersangka dijerat pasal 338 junto pasal 362 KUHP tentang pembunuhan dan pencurian.

Ancaman penjara diatas lima belas tahun.

Berita terkiat mama muda di Riau lainnya

Baca juga berita berjudul " Mama Muda di Riau Hanya Diam Saksikan Anaknya Dianiaya Pacar, Pelaku Sebut Korban Dirasuki Roh Jahat " Tribunpekanbaru.com di Babe dan Google News.

Artikel berjudul " Mama Muda di Riau Hanya Diam Saksikan Anaknya Dianiaya Pacar, Pelaku Sebut Korban Dirasuki Roh Jahat " ini ditulis wartawan Tribunpekanbaru.com / Pitos Punjadi .

Penulis: pitos punjadi
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved