Breaking News:

Ketupat Serundeng Makanan Khas Bengkalis Saat Lebaran, Mau Tahu Cara Membuatnya? Mudah Kok

Ketupat serundeng makanan khas masyarakat Bengkalis saat Lebaran. Mau tahu cara membuatnya? Mudah kok

Penulis: Muhammad Natsir | Editor: Nurul Qomariah
istimewa
Ketupat Serundeng Makanan Khas Bengkalis Saat Lebaran, Mau Tahu Cara Membuatnya? Mudah Kok. Foto:Tradisi rombongan di Bengkalis, terlihat anak-anak beramai-ramai berkunjung dan disajikan ketupat serundeng. 

Tumis bumbu halus dengan api kecil ccenderung sedang masukkan kelapa parut aduk rata.

Bumbui dengan garam dan gula

Sangrai pada wajan di api kecil. Aduk terus sampai matang dan kering

Cicipi rasa, jika sudah pas rasanya matikan api

Dinginkan serundeng dan simpan pada wadah kedap udara.

Resep ketupat

Pedagang sarang ketupat lebaran tengah menjajakan dagangannya di Pasar Jalan Agus Salim Pekanbaru, Selasa (12/6/2018).  (TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY).
Selonsong ketupat. (TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY). 

Bahan:

Selongsong ketupat ukuran sedang

Beras berkualitas baik

Kapur sirih (bisa diskip)

Garam

Cara membuat:

Cuci beras hingga bersih, rendam dalam air bersih selama lebih kurang 3 jam.

Setelah direndam, angkat dan tiriskan.

Pastikan beras benar-benar bersih, kalau tidak ketupat bisa cepat basi.

Campur beras dengan sedikit kapur sirih.

Tambahkan garam secukupnya kalau mau rasa ketupat gurih.

Siapkan selongsong janur ketupat, pilih yang anyamannya rapat dan teratur agar beras tidak tercecer saat direbus.

Masukkan beras, jangan penuh bisa 1/4 atau sampai 2/3 bagian selongsong janur.

Rebus ketupat sampai terendam dalam air mendidih.

Buka panci sesekali saat proses merebus ketupat.

Tambahkan air jika terlihat akan habis, gunakan air mendidih.

Rebus ketupat selama lebih kurang 4-6 jam.

Tradisi Rombongan

Tradisi rombongan di Bengkalis dilakukan saat hari pertama lebaran.

Tradisi rombongan yakni tradisi berkunjung dari ke rumah ke rumah secara beramai-ramai.

Biasanya dilakukan setelah Slalat Ied, jemaah masjid langsung berkunjung bersama-sama dari satu rumah ke rumah yang lain.

"Biasanya juga dilakukan juga antar keluarga maupun teman tradisi rombongan ini. Saat kunjungan inilah tuan rumah biasanya menyajikan ketupat serundeng sebagai makanannya," ungkap Rahmi

Namun sejak pandemi ini, lebaran tahun lalu kegiatan rombongan ditiadakan.

Sehingga ketupat yang dibuat hanya untuk konsumsi keluarga saja dan diantarkan ke tetangga terdekat.

"Kalau masa sebelum Covid-19 satu rumah bisa menyediakan ketupat sebanyak 200 porsi. Karena pasti ramai keluarga, tetangga dan teman teman datang berkunjung," tambahnya.

Rahmi yang juga menerima pesanan ketupat lebaran juga merasakan dampak dari Covid 19 ini. Biasanya menjelang lebaran dirinya menerima pesanan untuk pembuatan ketupat.

"Tapi tahun kemarin karena pandemi tidak ada pesanan. Tahun ini juga sepertinya belum ada, biasanya jauh-jauh hari sebelum lebaran ada yang memesan, sampai sekarang belum ada," ungkapnya.

Pesanan diterimanya bisa ketupat saja, serundeng maupun gulai ayam merah kalio juga.

Bahkan kadang banyak juga yang memesan satu paket lengkap sekaligus ketupat, gulai serta serundengnya.

"Kalau lebaran kemarin sama sekali tidak ada pesanan ketupat yang kami terima. Mungkin karena tidak ada kegiatan rombongan itu makanya orang lebih banyak buat makanan sendiri untuk keluarga," terangnya.

Menurut dia kondisi sebelum pandemi, satu rumah biasanya memesan kepadanya.

Mulai dari 100 ketupat, 50, 80 ketupat, bervariasi tergantung kebutuhan mereka.

Sehingga dirinya memiliki pemasukan lebaran dari mereka yang memesan.

Namun, ujar Rahmi, sejak pandemi Covid -19 melanda tidak ada masukan lagi, seperti tahun kemarin tidak ada yang memesan ketupat kepada dirinya.

( Tribunpekanbaru.com / Muhammad Natsir )

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved