Breaking News:

Liga Italia

Liga Italia : Inilah Kesamaan Antonio Conte di Inter Milan dan Massimiliano Allegri di Juventus

Inilah kesamaan Antonio Conte dan Massimiliano Allegri setelah mengambil keputusan melatih di klub rival. Lawan tekanan dengan prestasi

Editor: Budi Rahmat
Miguel MEDINA / AFP
Liga Italia : Inilah Kesamaan Antonio Conte di Inter Milan dan Massimiliano Allegri di Juventus 

TRIBUNPEKANBARU.COM- Inilah kesamaan Antonio Conte dan Massimiliano Allegri setelah mengambil keputusan melatih di klub rival.

Keduanya sama-sama sempat ditolak dan dibenci. Namun pada akhirnya dipuji penggemar karena prestasi yang ditunjukkan.

Allegri memilih melatih Juventus pada tahun 2014 silam. Padahal posisinya sebelumnya adalah pelatih AC Milan yang sangat kental.

Lama bersama AC Milan sosok Allegri sudah dinasbihkan sebagai bagian dari Rosoneri. Namun ia kemudian memberanikan diri melatih Juventus.

Ia datang ke Turin dalam kondisi banyak penolakan. Bahkan Allegri dinilai bukalah Juventus sejati.

Sosoknya pun menjadi kontroversial bagi penggemar Juventus di mata manajemen Bianconeri. Sebab merekrut seorang Milanisti.

Namun penolakan tersebut justru dijawab Allegri dengan sejumlah prestasi. Ia mampu menujukkan pengalamannya sebagai pelatih dengan memberikan banyak prestasi kepada Juve dalam rentang Lima tahun pengabdiannya.

Berikut ini prestasi Allegri di Juventus

Lima kali Scudetto

2014/2015, 2015/2016, 2016/2017, 2017/2018, 2018/2019

Empat kali Coppa Italia
2014/2015, 2015/2016, 2016/2017, 2017/2018

Dua Kali Piala Super Italia
2015, 2018

Dua kali Runner-up Liga Champions
2014/2015, 2016/2017

Pelatih Juventus, Massimiliano Allegri, sedang mengamati permainan tim asuhannya dalam laga Serie A kontra Palermo, di Stadion Juventus, Jumat (17/2/2017) waktu setempat.
Pelatih Juventus, Massimiliano Allegri, sedang mengamati permainan tim asuhannya dalam laga Serie A kontra Palermo, di Stadion Juventus, Jumat (17/2/2017) waktu setempat. (GIUSEPPE CACACE/AFP)

Kondisi serupa sepertinya dirasakan Antonio Conte pelatih Inter Milan. Conte yang merupakan seorang Juventus sejati malah membelot melatih Inter Milan tahun 2019.

Ia masuk ke Giuseppe Meazza setelah lepas dari melatih Timnas Italia. Namun kehadirannya justru mendapat penolakan dari penggemar Inter Milan.

Conte yang dalam tekanan belum bisa memberikan prestasi yang apik bagi Inter di musim perdananya.

Namun kini ia malah meruntuhkan kedigdayaan Juventus yang sembilan kali berturut-turut juara Liga Italia.

Merasa Puas

Pelatih Inter Milan Antonio Conte merasa puas seusai timnya di ambang juara dan meruntuhkan sembilan tahun "kerajaan" Juventus di Serie Liga Italia

Selain itu, Conte pun menilai bahwa para pemainnya layak mendapat ucapan selamat atas performa Inter Milan pada Serie A Liga Italia musim 2020-2021.

Sebelumnya, selama sembilan musim, gelar juara Liga Italia didominasi oleh Juventus, klub yang juga pernah dilatih dan di antaranya meraih scudetto bersama Conte (2012, 2013, 2014).

"Kami tahu bahwa kami dapat tetap berada dalam sejarah Inter karena kami secara efektif meruntuhkan 'pemerintahan' (Juventus) selama sembilan tahun," ucap Conte kepada Sky Sport Italia, dikutip dari Football Italia.

"Ini memuaskan dan para pemain Inter Milan pantas mendapatkan selamat," ujar Conte.

Conte pun mendapat pertanyaan apakah lebih sulit untuk bisa meraih juara bersama Inter atau untuk memulai era kedigdayaan bersama Juventus.

"Saya ingat bahwa saya datang ke Juventus setelah mendapatkan promosi dengan Spezia, Juve finis di urutan ketujuh musim sebelumnya dan tidak ada visi," tuturnya.

"Saya beruntung, saat saya tiba, Presiden Andrea Agnelli juga mengambil alih Juventus dan dia adalah penggemar sejati. Kami berhasil melakukan sesuatu yang luar biasa karena kami sama sekali bukan favorit saat memulai," ucapnya.

"Sebaliknya, kami mengalahkan tim Milan yang luar biasa dengan Ibrahimovic, Thiago Silva, dll, sementara Inter masih dominan dengan tim yang meraih treble," kata pelatih berusia 51 tahun itu.

Pada awalnya, sejarah Conte di Juventus, baik sebagai pelatih maupun pemain, membuatnya menjadi sosok yang tidak diinginkan oleh banyak penggemar Nerazzurri.

Conte pun angkat bicara mengenai situasi tersebut.

"Saya membuat pilihan tersulit dengan datang ke Inter. Banyak yang akan bersembunyi di balik sejarah, tetapi saya suka tantangan dan datang ke sini untuk menantang diri saya sendiri," katanya.

"Saya tetap menjadi penggemar di setiap klub tempat saya bekerja, tetapi saya adalah penggemar utama klub tempat saya bekerja saat ini, selalu," katanya.

"Saya menyadari tidak mudah bagi saya untuk memasuki hati semua penggemar Inter, tetapi saya selalu memberikan segalanya untuk tim tempat saya bekerja," tutur Conte.

"Saya pikir saya benar-benar menantang diri saya sendiri kali ini dan saya dihargai dengan tim yang melakukan sesuatu yang luar biasa," ucap mantan pelatih timnas Italia itu.

Adapun hasil atas Crotone membawa Inter menempati puncak klasemen Liga Italia dengan 82 poin dari 34 kali bermain.

Pasukan Antonio Conte itu unggul 14 poin atas pesaing terdekat, Atalanta, yang menduduki peringkat kedua.

Apabila Atalanta gagal memetik kemenangan pada laga kontra Sassuolo, Minggu (2/5/2021), Inter akan dipastikan menjadi juara Liga Italia musim 2020-2021.

Sebab, dengan empat laga tersisa, raihan poin Inter Milan tak akan terkejar jika Atalanta gagal memetik kemenangan atas Sassuolo.

Demikian informasi kesamaan Antonio Conte di Inter Milan dan Allegri di Juventus. Dalam tekanan beri prestasi

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved