Breaking News:

Terganggu Saat Bergumul di Kasur, Ibu dan Selingkuhan Hajar Anak 2 Tahun, Meregang Nyawa Penuh Luka

Terganggu saat bergumul di kasur, ibu dan selingkuhan hajar anak 2 tahun, dibanting, dicekoki cabe, meregang nyawa penuh luka

Penulis: Muhammad Natsir | Editor: Nurul Qomariah
Tribun Pekanbaru/Muhammad Natsir
Terganggu Saat Bergumul di Kasur, Ibu dan Selingkuhan Hajar Anak 2 Tahun, Meregang Nyawa Penuh Luka. Foto:Satreskrim Polres Bengkalis saat ekpos pelaku penganiayaan di Bengkalis 

Selingkuhan Ibu Berkilah Lihat Roh Jahat di Tubuh Korban

Dari hasil interogasi polisi, rupanya penganiayaan terhadap balita 2 tahun itu sudah berlangsung lama.

Tepatnya sejak ibu dan korban tinggal satu atap dengan pelaku Rudi Hartono, atau sekitar sudah hampir dua bulan.

Yeni dan Rudi belum sah menikah, mereka kumpul kebo di satu rumah, sedangkan Yeni kabur dari suami sahnya di Tebing Tinggi, Sumatera Utara.

Pasangan selingkuh ini berkenalan lewat media sosial yang akhirnya membuat Yeni nekat kabur dari Tebing Tinggi, Sumut menjumpai Rudi di Bengkalis, Riau.

Kanit PPA Bripka Mawanto mengatakan, pelaku Rudi melakukan kekerasan terhadap korban dengan menjambak dan mengangkat tubuh korban setinggi lehernya dan kemudian dilepas.

Hal itu dilakukan sebanyak dua kali.

"Kemungkinan dengan jambak ini membuat ada lebam di sekitar wajah korban. Pelaku ini setiap mengkonsumsi miras samsu melihat seperti ada roh jahat di korban,” jelanya.

“Perbuatan itu dilakukan untuk mengusir roh jahat. Ibu kandungnya membiarkan," sambung Mawanto.

Saat ekspos kasus, dua tersangka turut dihadirkan oleh Satreskrim Polres Bengkalis.

Tidak ada penyesalan dari pelaku dan ibu kandung korban. Keduanya hanya tertunduk lesu.

Kepada wartawan, ibu kandung korban mengaku sudah berusaha melarang Rudi melakukan kekerasan terhadap anaknya.

Hanya saja, Rudi berkeras ada roh jahat di tubuh korban dan Yeni membiarkannya saja.

Kedua pelaku terancam hukuman berat karena melakukan kekerasan terhadap anak hingga meninggal dunia.

Penyidik Satreskrim menerapkan Pasal 80 Ayat (3) dan (4), Jo Pasal 76C Undang - Undang RI Nomor 17 tahun 2016.

Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang - Undang Nomor 1 Tahun 2016.

Tentang Perubahan Kedua Atas Undang - Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak menjadi Undang - Undang. Ancaman pidana 20 Tahun kurungan penjara.

Viral di Facebook

Dua orang tersangka pelaku penganiayaan anak sudah diamankan di Mapolres Bengkalis. Heboh di media sosial kabar ibu kandung aniaya anak di Bengkalis
Dua orang tersangka pelaku penganiayaan anak sudah diamankan di Mapolres Bengkalis. Heboh di media sosial kabar ibu kandung aniaya anak di Bengkalis (istimewa)

Sebelumnya, penganiayaan balita berumur dua tahun ini heboh di media sosial media Facebook warga Bengkalis.

Pemilik akun facebook Andrew Callista Wilsen Moms memposting kondisi keponakannya yang mengenaskan setelah dianiaya oleh ibu kandung korban dan selingkuhannya.

Saat dikonfirmasi Tribunpekanbaru.com melalui seluler pemilik akun tersebut membenarkan apa yang dipostingnya di media sosial itu merupakan keponakannya.

Sedangkan pelaku penaniayaan merupakan ibu kandung korban yang juga kakak iparnya bernama Yeni.

Sementara, pria yang ada di foto postingan merupakan selingkuhan kakak iparnya.

Pemilik akun ini bernama Ice (32) warga Kalimantan Tengah (Kalteng).

Ice bercerita, berawal pada Februari lalu sehabis Imlek kakak Iparnya bernama Yeni pergi dari Tebing Tinggi menuju Bengkalis menjumpai pria yang dikenalnya lewat Facebook.

"Mereka berkenalan melalui Facebook. Entah bagaimana ceritanya kakak ipar saya mengejar laki laki ini sampai ke Bengkalis dan membawa anaknya," awal Ice bercerita, Rabu (28/4/2021).

Ice dan keluarga lainnya dari pihak suami awalnya tidak tahu kepergian kakak ipar mereka ke Bengkalis.

Mereka hanya tahu Yeni dan abangnya Ades belum ada kata pisah atau bercerai, masih terikat pernikahan. Hanya saja keduanya memang sedang ada masalah.

"Awalnya kami tahu mereka sempat ada cekcok rumah tangga. Saat itu abang saya diusir dari rumah oleh kakak ipar saya dari rumah dan pulang ke rumah orangtua kami," terang Ice.

Karena tidak serumah lagi, abang Ice tidak mengetahui kalau istrinya sudah pergi ke Bengkalis.

Baru diketahui saat Yeni bercerita dengan istri paman mereka.

"Saat itu Yeni ngenalin cowok barunya kepada istri paman. Serta curhat dengan istri paman dan mengaku bawa anaknya ke Bengkalis," terang Ice.

Istri pamannya sempat mengingatkan Yeni apakah tidak takut berada di Bengkalis jauh dari keluarga.

Yeni menjawab tidak takut, karena pacar barunya ini menurut dia baik dan bekerja jual pinang serta beternak ayam dan kelinci.

"Istri paman kami sempat meninta Yeni untuk pulang, dan kasihan dengan anaknya jauh dari bapaknya. Saat itu Yeni sempat mengaku mau pulang sekaligus menjalankan ritual sembahyang bapaknya," terang Ice.

Namun ketika Yeni meminta izin dengan pacarnya, raut wajah pacarnya berubah dan tidak mengizinkan pulang ke Tebing Tinggi.

Mengetahui Yeni dilarang pacarnya pulang istri pamannya mengingatkan kalau orang seperti itu tidak baik.

"Istri paman ini juga mengingatkan agar Yeni menyelesaikan dahulu hubungannya dengan suaminya. Kemudian barulah melanjutkan hubungan dengan pacarnya tersebut," tambah Ice.

Namun setelah diingatkan ini Yeni ternyata tidak kunjung pulang.

Malah tidak lama setelah itu Yeni sempat berkomunikasi dengan kakak iparnya atau kakak dari Ice, Yeni menawarkan kakak iparnya untuk mengadopsi anak yang dibawanya ke Bengkalis.

"Kebetulan kakak saya itu sudah lama berumah tangga tapi belum memmiliki anak," terang Ice.

Namun saat itu kakak Ipar Yeni menolak karena anak tersebut sudah dua tahun dan cukup besar dan sudah mengenal ibu dan ayahnya.

Yeni mendengar hal itu kemudian marah dan dia bilang kepada kakak iparnya kalau anak itu tetap bersamanya maka akan sengsara hidupnya.

"Awalnya keluarga kami tidak mengerti maksud Yeni ini. Keluarga kami sempat bilang bawa pulang saja anaknya berikan kepada bapaknya," ungkap Ice.

Tidak kunjung ada kabar, beberapa waktu lalu Ice dapat kabar dari kakaknya yang mengirimkan foto anak Yeni dalam keadaan sakit. Kabar tersebut diterimanya pada Sabtu (24/4/2021).

Bahkan kakak Ice selang beberapa lama menelpon dan mengatakan anak Yeni sudah meninggal dunia.

Keponakannya itu meninggal Minggu (24/4/2021) dini hari beberapa jam setelah Ice mendapat kabar keponakannya sakit

"Ketika menyadari hal ini saya melihat foto foto keponakannya yang dikirimkan kakak saya. Kondisinya sudah memar memar dan tidak wajar saya langsung telepon bapak korban yakni abang saya," terang Ice.

Saat menelepon Ice menanyakan apa benar kondisi anaknya seperti difoto yang diterima. Ice meminta abangnya untuk melaporkan kondisi ini kepada polisi.

"Abang saya kemarin itu bilang bagaimana mau lapor polisi, dirinya saja tidak bekerja dan lagi tidak memegang uang. Saat itu juga saya minta dia untuk buat laporan di Polres Tebing Tinggi, dan saya janji kirimkan uang untuk membantunya," tambah Ice.

Ades langsung melaporkan ke Polres Tebing Tinggi setelah mendapat dorongan dari adiknya ini.

Kemudian setelah menerima kiriman uang oleh Ice, Ades langsung membuat laporan polisi.

"Baru sampai di kapal RoRo penyeberangan kemarin, kami dapat kabar dua orang ini sudah ditangkap Satreskrim Polres Bengkalis," tambahnya.

Saat Ades sampai Bengkalis tidak berjumpa dengan jasad anaknya karena sudah di kebumikan.

"Melihat fotonya saja keponakan saya ini saja kami sudah merasa hancur, anak sekecil itu babak belur kondisinya," terang Ice.

Inilah menjadi alasan Ice memposting kondisi keponakan di Facebook grup warga Bengkalis.

Dia ingin tahu keberadaan dua pelaku sehingga memudahkan abangnya untuk mencari dan melaporkan ke Polisi.

"Makanya saya posting agar ada bantuan dari warganet, dan bersyukur warga Bengkalis mau membantu dan sangat baik memberi informasi sampai dua pelaku ini ditangkap," ujar Ice.

( Tribunpekanbaru.com / Muhammad Natsir )

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved