Terima Pesanan Offline ternyata Sate Beracun, Bandiman: Tak Munafik, Saya juga Butuh Duit
Dirinya berharap kejadian tragis yang dialami menjadi pelajaran bagi pengemudi ojek online lainnya.
TRIBUNPEKANBARU.COM - Sate beracun membuat geger karena menewaskan seorang bocah.
Sang Ayah, Bandiman mengaku masih syok.
Dia mengaku terpukul anaknya meninggal setelah diduga keracunan makanan orderan atau pesana offline yang dia bawa.
Bandiman pun mengaku menyesal telah menerima orderan offline tersebut. Dirinya berharap kejadian tragis yang dialami menjadi pelajaran bagi pengemudi ojek online lainnya.
"Sebenarnya nggak boleh (aplikasi offline). Kan saya panggilan hati. Ya saya enggak munafik juga butuh duit," katanya.
Bandiman mengatakan, menerima pesanan secara offline sejatinya dilarang oleh perusahaan tempatnya bekerja.
Namun dia tak enak hati untuk menolak permintaan tersebut. Apalagi, katanya, saat itu sedang sepi orderan.
Baca juga: 2 Mei Hari Pendidikan Nasional, 10 Ucapan Selamat Hardiknas 2021, Bagikan di Media Sosialmu
Baca juga: Cara Download Video di Tiktok: Simpan Vieo Tik Tok tanpa Watermark
Mantan pegawai tambang itu juga menjelaskan, pandemi Covid-19 telah membuat penghasilannya menurun drastis dari Rp 300.000 menjadi Rp 100.000.
Saat ini, Bandiman mengaku belum siap untuk bekerja kembali. Dirinya ingin menata hati usai kejadian memilukan itu.
"Saya belum mood kerja, istilahnya masih dalam suasana duka. Mungkin satu atau dua hari ke depan bekerja lagi," kata dia.
Cita-cita anak
Saat ditemui di rumahnya di Desa Salakan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Bandiman menceritakan, Naba tergolong anak pandai.
Menurutnya, Naba yang duduk di kelas IV Sekolah Dasar Karangkajen, sering berkata ingin menjadi petugas pemadam kebakaran.
"Cita-citanya kalau ditanya jawabnya pemadam," kenang Bandiman, Jumat (30/4/2021).
Baca juga: Viral Video Bapak-bapak Baku Hantam di Pinggir Jalan Sampai Tak Berpakaian, Jadi Tontonan Warga
Baca juga: Aldi Taher Ingin Bikin Lagu, Tawari Kaesang Pangarep Jadi Model Video Klip, Diterima Nggak?
Baca juga: Tergesa-Gesa buat Menu Buka Puasa, Ibu Ini Memasak Tumis Pakai Oli: Enam Orang Keracunan
Seperti diberitakan sebelumnya, Bandiman menerima orderan dari seorang wanita di Jalan Gayam, Kota Yogyakarta.
Saat itu, Bandiman menerima dua kotak makanan berisi lontong dan kudapan untuk dikirim ke Kapanewon, Bantul.
Menurut Bandiman, wanita itu terpaksa order offiline karena tak memiliki aplikasi.
Saat itu Bandiman meminta ongkos sebesar Rp 25.000, tapi wanita tersebut justru memberi Rp 30.000.
(Penulis: Kontributor Yogyakarta, Markus Yuwono | Editor: Teuku Muhammad Valdy Arief)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/okokeoke.jpg)