Breaking News:

10 Hari Terakhir Ramadhan, Ini Niat dan Tata Cara Itikaf, Hal yang Membatalkan Itikaf

Keutamaan itikaf sangat besar, terlebih menjadi bagian dari upaya meraih keutamaan Lailatul Qadar.

Editor: Sesri
tribun timur/tribun timur/muhammad abdiwan
Ratusan jemaah mengikuti salat malam di mesjid raya Makassar, Rabu (8/7) dini hari. Sejumlah jemaah beritikaf atau menetap di masjid disertai dengan menyibukkan diri dengan ibadah seperti memperbanyak membaca Al-Quran, berzikir, doa dan istigfar pada sepuluh malam terakhir Ramadhan mengharapkan datangnya malam Lailatul Qadar. tribun timur/muhammad abdiwan 

Berdiam diri di masjid sekurang-kurangnya selama tumaninah salat
Masjid

Orang yang beritikaf

Syarat itikaf

Ada beberapa syarat itikaf, yakni:

Islam

Itikaf adalah salah satu bentuk ibadah. Sebagaimana dalam peribadat lainnya, Islam merupakan syarat mutlak yang harus ada pada diri sang pelaku.

Dalam buku I'tikaf Penting dan Perlu (2004) karya Ahmad Abdurrazaq Al-Kubaisi, dengan kata lain setiap ibadah yang tidak dibarengi dengan syarat Islam maka tidaklah diterima dan tidak ada pahala.

Berakal

Berakal juga merupakan syarat mutlak yang harus ada pada setiap pelaku ibadah apa pun.

Orang gila atau yang tidak berakal tidak dibebanu taktif.

Masalahnya, segala amalan harus disertai niat sedangkan orang tidak berakal tidak mampu melakukan niat.

Mereka tidak dapat membedakan mana yang benar dan salah.

Suci dari junub, haid, dan nifas

Dijelaskan bahwa orang yang junub (suami istri yang telah bersetubuh atau mimpi bersetubuh tetapi belum mandi), wanita haid, dan melahirkan tapi belum sampai pada hari ke 40 adalah orang-orang yang dilarang masuk atau tinggal di masjid.

Padahal itikaf adalah ibadah yang harus dilakukan di dalam masjid. Disamping itu, yang dilakukan dalam masjid selama itikaf diantaranya adalah salat, membaca al quran, dan sebagainya.

Artinya tidak sah itikaf dilakukan oleh orang yang tidak memenuhi syarat tersebut.

Hal yang membatalkan itikaf

Adapun yang membatalkan i’tikaf sebagai berikut:

Berhubungan suami-istri

Mengeluarkan sperma

Mabuk yang disengaja

Murtad Haidh, selama waktu i’tikaf cukup dalam masa suci biasanya

Nifas

Keluar tanpa alasan

Keluar untuk memenuhi kewajiban yang bisa ditunda Keluar disertai alasan hingga beberapa kali, padahal keluarnya karena keingingan sendiri.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Niat dan Tata Cara Itikaf di 10 Hari Terakhir Ramadhan",

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved