Kampar Siagakan Empat Posko Pengamanan Mudik Lebaran, Stanum Jadi Tempat Isolasi
Pemerintah Kabupaten Kampar menyiakan empat Posko Pengamanan dan kembali aktifkan Stanum sebagai tempat isolasi
Penulis: Ikhwanul Rubby | Editor: Nolpitos Hendri
TRIBUNPEKANBARU.COM, KAMPAR - Pemerintah Kabupaten Kampar menyiakan empat Posko Pengamanan dan kembali aktifkan Stanum sebagai tempat isolasi.
"Lokasi ini akan dijadikan sebagai tempat isolasi bagi pengandara yang memiliki gejala terjangkit Covid-19 yang terjaring di Posko Pengamanan," kata Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar, Yusri beberapa waktu lalu.
Selain itu, Yusri menerangkan sesuai dengan arahan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi, Pemerintah Kabupaten Kampar menyiapkan empat Posko Pengamanan .
Posko Pengamanan ini diaktifkan di berbagai lokasi yang berhubungan dengan jalur transportasi yang menghubungkan antar provinsi dan kabupaten di Riau.
Langkah ini dilakukan mengingat penyebaran Covid-19 terus mengalami peningkatan di Provinsi Riau, khususnya di Kabupaten Kampar.
Keempat lokasi posko tersebut berada di Kecamatan Tambang tepatnya di perbatasan Kampar-Pekanbaru, Kecamatan Kampar Kiri di Lipat Kain, Batu bersurat Kecamatan XIII Koto Kampar dan Di Kecamatan Tapung Hilir.
Ia mengatakan langkah yang dilakukan ini diharapkan dapat menekan penyebaran Covid 19.
Yusri menuturkan Pemkab Kampar akan terus perketat penerapan Protokol Kesehatan dimanapun dan kepada siapapun.
Sementara itu, dalam rangka pencegahan penyebaran Covid 19, Polres Kampar menggencarkan pendisiplinan Protokol Kesehatan ditengah masyarakat.
Kawasan pusat perbenlanjaan dan fasilitas publik jadi sasaran dilakukannya himbauan.
Kapolres Kampar AKBP Mohammad Kholid mengatakan untuk menekan penyebaran Covid-19 menjelang Lebaran Idul Fitri 1442H jajarannya menggelorakan himbauan serta melakukan pendisiplinan protokol kesehatan secara masiv terhadap masyarakat.
Menurutnya, seiring meningkatnya angka penyebaran Covid-19 di tanah air beberapa waktu belakangan ini dan ditambah pula meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang lebaran Idul Fitri 1442H, perlu perhatian khusus serta atensi untuk melakukan berbagai upaya dalam mencegah dan menekan penyebaran Covid-19.
Ia berharap agar upaya yang dilakukan mampu menekan angka penyebaran Covid-19 sehingga pandemi dapat segera diatasi, semoga masyarakat juga dapat lebih disiplin.
Walikota Pekanbaru Ajak Warga Sholat Ied di Rumah
Zona Merah di Pekanbaru meluas hingga 44 kelurahan di Pekanbaru, maka Walikota Pekanbaru Firdaus mengajak warga Sholat Ied di rumah saja.
Walikota Pekanbaru Firdaus mengajak masyarakat di Zona Merah di Pekanbaru bisa menunaikan shalat Idul Fitri atau Sholat Ied tahun ini di rumah saja.
Walikota Pekanbaru Firdaus mengimbau masyarakat agar mengikuti anjuran Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait pelaksanaan Sholat Ied khusus di kawasan Zona Merah di Pekanbaru .
"Jadi untuk Zona Merah dan zona oranye tidak bisa menggelar shalat ied di lapangan atau masjid, bisa shalat di rumah saja," terangnya kepada Tribunpekanbaru.com, Senin (3/5/2021).
Menurutnya, masyarakat di zona hijau dan zona kuning boleh menggelar shalat ied. Para jemaah harus melaksanakannya dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.
Firdaus mengatakan bahwa pemerintah kota sudah mengambil kebijakan dengan meniadakan aktivitas rumah ibadah di Zona Merah. Masyarakat bisa beribadah di rumah untuk sementara.
"Ini kita minta ke tim kecamatan, awasi rumah ibadah di Zona Merah, antisipasi penyebaran covid dari klaster rumah ibadah," terangnya.
Kelurahan yang masuk Zona Merah saat ini mencapai 44 kelurahan dari 83 kelurahan yang ada. Jumlah kelurahan Zona Merah bertambah dari pekan sebelumnya yakni 38 kelurahan.
Kondisi saat ini seiring peningkatan kasus covid-19. Resiko penyebaran covid-19 saat ini cukup tinggi karena Kota Pekanbaru juga berstatus Zona Merah Covid-19.
Zona Merah di Pekanbaru Meluas Jadi 44 Kelurahan
Zona Merah di Pekanbaru meluas, setidaknya 44 kelurahan di Pekanbaru masuk Zona Merah, untuk itu Walikota Pekanbaru Firdaus mengajak warga agar tidak Mudik Lebaran 2021.
Melihat semakin meluasnya Zona Merah di Pekanbaru itu, Walikota Pekanbaru Firdaus juga mengimbau warga untuk tidak bepergian ke luar kota.
Walikota Pekanbaru Firdaus mengatakan bahwa sejalan dengan meluasnya Zona Merah di Pekanbaru jadi 44 kelurahan, kasus covid-19 di Pekanbaru sangat mengkhawatirkan.
Walikota Pekanbaru Firdaus pun mengingatkan masyarakat agar disiplin mengikuti protokol kesehatan.
Masyarakat bisa melakukan silaturahmi secara virtual dengan sanak saudara di kampung halaman dan bisa lebaran di Pekanbaru.
"Hindari kerumunan, hindari bepergian ke luar kota.
Cukup berhari raya di Pekanbaru saja," tegasnya kepada Tribunpekanbaru.com, Senin (3/5/2021).
Menurutnya, masyarakat diimbau untuk tidak Mudik Lebaran tahun ini untuk mencegah penyebaran covid-19.
Ada potensi penyebaran covid-19 meluas saat mudik ke kampung halaman.
Firdaus khawatir nantinya keluarga di kampung halaman terpapar covid-19.
Masyarakat Pekanbaru yang berada di Zona Merah yang punya potensi penularan cukup tinggi.
Apalagi ada di antara calon pemudik ternyata berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG).
Kondisi ini jelas mengkhawatirkan adanya penularan covid-19 di kampung halaman.
Mereka yang punya daya tahan tubuh lemah tentu bakal tertular.
Ia mengingatkan agar masyarakat menghindari potensi kerawanan tersebut.
"Kalau sayang sama keluarga di kampung, jangan tulari mereka dengan covid-19, tetap di Kota Pekanbaru," paparnya.
44 Kelurahan di Pekanbaru Zona Merah Covid-19
Sebanyak 44 Kelurahan di Pekanbaru Zona Merah Covid-19 saat ini, lebih dari separuh kelurahan yang ada kota ini.
Hal tersebut membuktikan Zona Merah penyebaran Covid-19 di Kota Pekanbaru terus meluas.
Jumlah kelurahan yang masuk Zona Merah juga terus bertambah.
Mayoritas kelurahan di Kota Pekanbaru saat ini masuk Zona Merah atau punya potensi penyebaran tinggi.
Data dari Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, kelurahan yang masuk Zona Merah saat ini mencapai 44 kelurahan dari 83 kelurahan yang ada.
Jumlah kelurahan Zona Merah bertambah dari pekan sebelumnya yakni 38 kelurahan.
Wali Kota Pekanbaru, Firdaus mengatakan bahwa kondisi ini seiring peningkatan kasus Covid-19.
Ia menyebut resiko penyebaran Covid-19 saat ini cukup tinggi.
"Maka kita mesti hati-hati dalam beraktivitas, kondisi penyebaran covid pun meluas," terang Wali Kota Pekanbaru, Firdaus, Senin (3/5/2021).
Menurutnya, satu penyebab meluasnya penyebaran Covid-19 karena banyak masyarakat abai dengan protokol kesehatan.
Ia tidak ingin terjadi gelombang penularan Covid-19 seperti di India.
"Kita tidak ingin terjadi seperti di India, kasus meningkat saat kondisi melandai," terangnya.
Firdaus mengatakan bahwa satu upaya mencegah penyebaran Covid-19 dengan cara pengetatan aktivitas masyarakat.
Proses pengetatan aktivitas masyarakat hanya berlangsung pada malam hari.
Berita terkiat Mudik Lebaran lainnya
Baca juga berita berjudul " Kampar Siagakan Empat Posko Pengamanan Mudik Lebaran, Stanum Jadi Tempat Isolasi " Tribunpekanbaru.com di Babe dan Google News.
Artikel berjudul " Kampar Siagakan Empat Posko Pengamanan Mudik Lebaran, Stanum Jadi Tempat Isolasi " ini ditulis wartawan Tribunpekanbaru.com / Ikhwanul Rubby .
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/polda-riau-dirikan-58-pos-penyekatan-saat-peniadaan-mudik-lebaran.jpg)