Rekor Tertinggi di Dunia, India Harus Cepat Mengambil Keputusan Memutus Penyebaran Covid-19
India harus mengambil kebijakan cepat untuk mengatasi tsunami virus corona. Kasus covid-19 di India kini sduah tertinggi di dunia
TRIBUNPEKANBARU.COM- Kasus Covid-19 di India merupakan yang tertinggi di dunia. Bahkan mereka mencatat rekor kasus harian tertinggi.
Kenyataan yang menggambarkan bagaimana India kini dalam kondisi lumpuh akibat Covid-19 ini.
Ibarat sedang perang, India harus benar-benar melakukan strategi yang jitu agar memenangkannya.
Bantuan dari berbagai negara berdatangan bagi India. Namun secara kedaulatan, India harus mengambil kebijakan yang ceoat untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona.
Pakar Amerika Serikat (AS) menyarankan untuk lockdown seluruh negeri sementara untuk mengatasi tsunami Covid-19 di India.
"Salah satu hal yang harus dipertimbangkan adalah untuk lockdown sementara, jadi Anda akhirnya tidak memiliki banyak (kasus) penyebaran (virus corona)," ujar Dr Anthony Fauci, pakar kesehatan penyakit menular AS kepada The Indian Express pada Jumat (30/4/2021).
Pada Jumat itu juga, kasus harian Covid-19 di India mencatat rekor baru dengan mencapai lebih dari 400.000 kasus dalam 24 jam, tertinggi di dunia.
Fauci, direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular, membandingkan situasi di India seperti sedang perang, seperti yang dilansir dari CNN pada Sabtu (1/5/2021).
Dia mengatakan India perlu fokus dalam memenuhi kebutuhan mendesaknya, seperti mendapatkan oksigen dan alat pelindung diri.
"Namun, salah satu hal yang harus segera dilakukan adalah menyerukan lockdown negara," katanya.
"Tidak ada yang suka lockdown negara," tambah Fauci.
“Nah, itu masalah jika Anda melakukannya selama 6 bulan, tetapi jika Anda melakukannya hanya untuk beberapa pekan, Anda dapat memiliki dampak yang signifikan pada dinamika wabah,” terangnya.
Sebelumnya, AS telah mengirimkan bantuan ke India senilai Rp 1,4 triliun yang tiba pada Jumat pagi waktu setempat (30/4/2021).
Bantuan itu berupa 1 juta tes Covid-19 dan 100.000 masker N95. Sementara, AS masih menjanjikan untuk memberikan vaksin Covid-19 AstraZaneca.
Demikian informasi terkiat negara India yang diharapkan bisa mengambil kebijakan lockdown. (*)
Sumber Kompas.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/beberapa-tumpukan-kayu-pemakaman-pasien-yang-meninggal-karena-corona-di-india.jpg)