Breaking News:

April Mop Kasus Covid-19 di Riau, Virus Corona Mengganas, Sebulan Capai 9.511 Kasus Positif Covid-19

April Mop kasus Covid-19 di Riau ditandai dengan Virus Corona mengganas, hal ini ditandai dalam sebulan capai 9.511 Kasus Positif Covid-19 di Riau

istimewa
April Mop Kasus Covid-19 di Riau, Virus Corona Mengganas, Sebulan Capai 9.511 Kasus Positif Covid-19 

Jamil menyebut penambahan kapasitas ruang isolasi dan ICU mesti segera dilakukan.

Ia sudah menyampaikannya kepada Direktur RSD Madani agar segera dipersiapkan.

"Kita sudah sampaikan ke direktur RSD Madani, supaya segera disiapkan," paparnya.

18 Warga Riau Tewas Akibat Covid-19

Ganas! Sebanyak 18 warga Riau tewas akibat Covid-19 pada Senin (3/5/2021), sementara jalanan di Pekanbaru penuh kendaraan dan mal membludak, pusat perbelanjaan ramai, tak sayang nyawa kah? Padahal Kasus Positif Covid-19 di Riau terus bertambah.

Selain 18 warga Riau tewas akibat Covid-19, penambahan kasus baru pasien terkonfirmasi Kasus Positif Covid-19 di Riau mengalami penurunan, namun masih bertambah mencapai angka 363 kasus baru.

Angka Kasus Positif Covid-19 di Riau ini turun jika dibandingkan dengan beberapa hari sebelumnya yang berada dikisaran 400 hingga 500 an kasus baru Covid-19.

"Dengan adanya penambahan 363 kasus maka total konfirmasi pada sampai hari ini 45.564 kasus," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir, Senin (3/5/2021).

Ia menerangkan, penambahan tersebut terdiri dari Pekanbaru sebanyak 73 kasus, Kuantan Singingi 65 kasus, Dumai 44 kasus, Indragiri Hulu 29 kasus, Rokan Hulu 29 kasus, Rokan Hilir 27 kasus, Kampar 21 kasus, Siak 16 kasus, Pelalawan 11 kasus, Kepulauan Meranti 26 kasus dan Bengkalis 5 kasus, serta Indragiri Hilir 2 kasus, dan provinsi lainnya 13 kasus.

Sedangkan untuk angka kesembuhan pada hari ini yaitu 398 kasus, sehingga angka kesembuhan menjadi 39.424.

Namun angka kasus meninggal juga terbanyak pada saat ini yaitu 18 kasus.

"18 kasus tersebut berasal dari Bengkalis 5 kasus, Pekanbaru 5 kasus, Kampar 3 kasus Kuantan Singingi 2 kasus, kemudian Dumai Inhil dan Rohul masing masing satu kasus," terangnya.

Diinformasikannya bahwa dari 18 kasus meninggal hari ini, sebanyak 56 persen berjenis kelamin perempuan dan laki laki 44 persen.

Dilihat dari kasus yang meninggal pada hari ini di atas usia 50 tahun terdapat 14 orang.

"Dari Awal bulan Februari memang kasus meninggal kita banyak yang berusia diatas 50 tahun dan pada hari ini dibawah 50 tahun terdapat 4 kasus," katanya.

Pengunjung ke Mal SKA Capai 20 Ribu Orang per Hari

Menjelang Lebaran Idul Fitri 1442 H, pusat perbelanjaan yang berada diperempatan Jalan Soekarno - Hatta dan Jalan Tuanku Tambusai Mal SKA Pekanbaru diserbu pengunjung.

Warga atau pengunjung terlihat antusias berbelanja untuk persiapan Lebaran Idul Fitri 1442 H, ada yang beli baju dan ada juga beli kebutuhan lainnya untuk lebaran.

Tenan yang paling ramai dikunjungi adalah Matahari Store sehingga adanya kerumunan dan ada juga pengunjung yang abai dengan Protokol Kesehatan Covid 19 seperti menanggalkan atau menurunkan masker dan tidak menjaga jarak.

General Manager Mal SKA Pekanbaru Agus Salim tidak menapik, kunjungan pengunjung ke Mal yang dipimpinya terus meningkat.

"Kunjungan di Mal kami jelang lebaran terus meningkat dan peningkatan itu dimulai sejak Jumat (30/4)," ujar General Manager Mal SKA Pekanbaru Agus Salim kepada Tribun, Senin (3/5).

Kunjungan ke Mal SKA tambah Agus, sejak Jumat itu mencapai 20 ribu orang perharinya.

"Dari sekian banyak pengunjung itu ada juga pengunjung yang bandel menurunkan masker saat berada dalam Mal," ucap Agus.

Jadi agar tidak terjadi penyebaran Covid 19 dan memutuskan penyebarannya kata Agus lagi, pihaknya lebih memperketat Protokol Kesehatan Covid 19 yang telah diterapkan pemerintah.

"Protokol yang kita terapkan adalah pengunjung dan seluruh karyawan Mal mauapun tenan wajib pakai masker, cuci tangan saat masuk Mal atau tenan dan jaga jarak selama berada dalam Mal," ungkap Agus.

Patroli dalam Mal, lebih diperketat dan patroli terus dilakukan sampai Mal SKA tutup. Kemudian ada juga pengawasan dari Polisi.

"Jam operasional kita tetap mengacu kepada Perwako Pekanbaru buka pukul 11.00 dan tutup pukul 21.00," ujar Agus Salim. 

Selama patroli jika ada pengunjung yang membandel menurunkan masker atau berkerumun maka diperingati agar masker di pakai dan menjaga jarak.

"Bagi yang tidak memiliki masker kita arahkan keluar untuk membeli masker," ucap Agus.

Walikota Pekanbaru Ajak Warga Sholat Ied di Rumah

Zona Merah di Pekanbaru meluas hingga 44 kelurahan di Pekanbaru, maka Walikota Pekanbaru Firdaus mengajak warga Sholat Ied di rumah saja.

Walikota Pekanbaru Firdaus mengajak masyarakat di Zona Merah di Pekanbaru bisa menunaikan shalat Idul Fitri atau Sholat Ied tahun ini di rumah saja.

Walikota Pekanbaru Firdaus mengimbau masyarakat agar mengikuti anjuran Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait pelaksanaan Sholat Ied khusus di kawasan Zona Merah di Pekanbaru .

"Jadi untuk Zona Merah dan zona oranye tidak bisa menggelar shalat ied di lapangan atau masjid, bisa shalat di rumah saja," terangnya kepada Tribunpekanbaru.com, Senin (3/5/2021).

Menurutnya, masyarakat di zona hijau dan zona kuning boleh menggelar shalat ied. Para jemaah harus melaksanakannya dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Firdaus mengatakan bahwa pemerintah kota sudah mengambil kebijakan dengan meniadakan aktivitas rumah ibadah di Zona Merah. Masyarakat bisa beribadah di rumah untuk sementara.

"Ini kita minta ke tim kecamatan, awasi rumah ibadah di Zona Merah, antisipasi penyebaran covid dari klaster rumah ibadah," terangnya.

Kelurahan yang masuk Zona Merah saat ini mencapai 44 kelurahan dari 83 kelurahan yang ada. Jumlah kelurahan Zona Merah bertambah dari pekan sebelumnya yakni  38 kelurahan.

Kondisi saat ini seiring peningkatan kasus covid-19. Resiko penyebaran covid-19 saat ini cukup tinggi karena Kota Pekanbaru juga berstatus Zona Merah Covid-19.

Zona Merah di Pekanbaru Meluas Jadi 44 Kelurahan

Zona Merah di Pekanbaru meluas, setidaknya 44 kelurahan di Pekanbaru masuk Zona Merah, untuk itu Walikota Pekanbaru Firdaus mengajak warga agar tidak Mudik Lebaran 2021.

Melihat semakin meluasnya Zona Merah di Pekanbaru itu, Walikota Pekanbaru Firdaus juga mengimbau warga untuk tidak bepergian ke luar kota.

Walikota Pekanbaru Firdaus mengatakan bahwa sejalan dengan meluasnya Zona Merah di Pekanbaru jadi 44 kelurahan, kasus covid-19 di Pekanbaru sangat mengkhawatirkan.

Walikota Pekanbaru Firdaus pun mengingatkan masyarakat agar disiplin mengikuti protokol kesehatan.

Masyarakat bisa melakukan silaturahmi secara virtual dengan sanak saudara di kampung halaman dan bisa lebaran di Pekanbaru.

"Hindari kerumunan, hindari bepergian ke luar kota.

Cukup berhari raya di Pekanbaru saja," tegasnya kepada Tribunpekanbaru.com, Senin (3/5/2021).

Menurutnya, masyarakat diimbau untuk tidak Mudik Lebaran tahun ini untuk mencegah penyebaran covid-19.

Ada potensi penyebaran covid-19 meluas saat mudik ke kampung halaman.

Firdaus khawatir nantinya keluarga di kampung halaman terpapar covid-19.

Masyarakat Pekanbaru yang berada di Zona Merah yang punya potensi penularan cukup tinggi.

Apalagi ada di antara calon pemudik ternyata berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG).

Kondisi ini jelas mengkhawatirkan adanya penularan covid-19 di kampung halaman.

Mereka yang punya daya tahan tubuh lemah tentu bakal tertular.

Ia mengingatkan agar masyarakat menghindari potensi kerawanan tersebut.

"Kalau sayang sama keluarga di kampung, jangan tulari mereka dengan covid-19, tetap di Kota Pekanbaru," paparnya.

44 Kelurahan di Pekanbaru Zona Merah Covid-19

Sebanyak 44 Kelurahan di Pekanbaru Zona Merah Covid-19 saat ini, lebih dari separuh kelurahan yang ada kota ini.

Hal  tersebut membuktikan Zona Merah penyebaran Covid-19 di Kota Pekanbaru terus meluas.

Jumlah kelurahan yang masuk Zona Merah juga terus bertambah.

Mayoritas kelurahan di Kota Pekanbaru saat ini masuk Zona Merah atau punya potensi penyebaran tinggi.

Data dari Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, kelurahan yang masuk Zona Merah saat ini mencapai 44 kelurahan dari 83 kelurahan yang ada.

Jumlah kelurahan Zona Merah bertambah dari pekan sebelumnya yakni 38 kelurahan.

Wali Kota Pekanbaru, Firdaus mengatakan bahwa kondisi ini seiring peningkatan kasus Covid-19.

Ia menyebut resiko penyebaran Covid-19 saat ini cukup tinggi.

"Maka kita mesti hati-hati dalam beraktivitas, kondisi penyebaran covid pun meluas," terang Wali Kota Pekanbaru, Firdaus, Senin (3/5/2021).

Menurutnya, satu penyebab meluasnya penyebaran Covid-19 karena banyak masyarakat abai dengan protokol kesehatan.

Ia tidak ingin terjadi gelombang penularan Covid-19 seperti di India.

"Kita tidak ingin terjadi seperti di India, kasus meningkat saat kondisi melandai," terangnya.

Firdaus mengatakan bahwa satu upaya mencegah penyebaran Covid-19 dengan cara pengetatan aktivitas masyarakat. 

Proses pengetatan aktivitas masyarakat hanya berlangsung pada malam hari.

Berita terkiat Kasus Positif Covid-19 di Riau lainnya

Baca juga berita berjudul " April Mop Kasus Covid-19 di Riau, Virus Corona Mengganas, Sebulan Capai 9.511 Kasus Positif Covid-19 " Tribunpekanbaru.com di Babe dan Google News.

Artikel berjudul " April Mop Kasus Covid-19 di Riau, Virus Corona Mengganas, Sebulan Capai 9.511 Kasus Positif Covid-19 " ini ditulis wartawan Tribunpekanbaru.com / Syaiful Misgiono .

Penulis: pitos punjadi
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved