Breaking News:

Kasus Covid-19 di Pelalawan Menanjak Naik, Dua Klaster Ini Penyumbang Terbesar, Klaster Apa Saja?

Kasus Covid-19 di Pelalawan Riau terus menanjak naik, dua klaster ini penyumbang terbesar, klaster apa saja?

Penulis: johanes | Editor: Nurul Qomariah
Tribun Pekanbaru/Johannes Tanjung
Kasus Covid-19 di Pelalawan Menanjak Naik, Dua Klaster Ini Penyumbang Terbesar, Klaster Apa Saja?Foto: Juru bicara Satgas Covid-19 Pelalawan, Asril M.Kes 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI - Kasus Covid-19 di Pelalawan Riau terus menanjak naik, dua klaster ini penyumbang terbesar, klaster apa saja?

Kasus Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Pelalawan Riau terus melonjak.

Setiap hari terjadi penambahan pasien baru yang jumlahnya cukup signifikan.

Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Pelalawan, Asril M.Kes mengungkapkan, dari kasus aktif yang saat ini mencapai 171 orang, ada dua klaster yang terpantau sebagai penyumbang kasus Covid-19 terbesar.

Puluhan orang terinfeksi dari dua klaster ini dan menjalani isolasi secara mandiri maupun dirawat di ruang isolasi rumah sakit.

Berawal dari satu orang yang positif Covid-19 hingga tertular kepada orang lain yang ada di sekitarnya.

"Kalau disebut klaster, berarti ada kasus satu orang yang positif Covid-19 kemudian menularkan ke orang lain. Sementara ini kita temukan ada dua klaster," kata Asril kepada Tribunpekanbaru.com Selasa (4/5/2021).

Dijelaskannya, dua klaster tersebut diantaranya klaster perusahaan dari PT Bina Mitra Arta (BMA) yang beroperasi di Dusun Muaro Sako, Kelurahan Langgam, Kecamatan Langgam.

PT BMA merupakan subkontraktor PT EMP Bentu yang bergerak di bidang gas bumi.

Sebanyak 18 orang karyawan PT BMA dinyatakan positif dalam dua pekan ini yang berawal dari seorang karyawan yang awalnya dinyatakan terinfeksi Virus Corona.

Kemudian satu lagi klaster keluarga di Desa Makmur SP 6 Kecamatan Pangkalan Kerinci.

Ada 10 orang anggota keluarga dan kerabat yang tertular Covid-19 yang berasal dari satu orang anggota keluarganya.

Mereka diketahui terinfeksi berdasarkan hasil pemeriksaan swab oleh petugas medis.

"Kemungkinan besar jumlahnya akan bertambah lagi. Hasil tracing contact sedang kita tunggu," beber Asril.

Juru bicara Satgas Covid-19 Pelalawan ini menyebutkan, diduga masih ada klaster lain yang menyebabkan tingginya kasus Covid-19 di Pelalawan.

Namun pihaknya harus berhati-hati dalam mendeteksi klaster lain baik di perusahaan, rumah ibadah, serta kelompok masyarakat.

Dinas Kesehatan dan Puskesmas telah melakukan penanganan atas dua klaster yang muncul ini agar tidak menyebar secara luas.

Selain itu, melakukan tracing contact terhadap kasus harian yang ditemukan setiap hari.

Operasi Yustisi Covid-19 Pelalawan di Pangkalan Lesung

Sebelumnya, razia protokol kesehatan (prokes) kembali dilanjutkan tim yustisi Covid-19 Kabupaten Pelalawan Riau, Senin (3/5/2021).

Kali ini digelar Jalan Lintas Timur (Jalintim) Kecamatan Pangkalan Lesung.

Operasi keempat ini dipusatkan di depan pasar Pangkalan Lesung Kelurahan Pangkalan Lesung sekitar pukul 10.00 WIB.

Razia Prokes penggunaan masker ini melibatkan puluhan petugas yustisi dari berbagai instansi.

Mereka memeriksa para pengguna jalan baik sepeda motor atau mobil yang tidak menggunakan masker.

"Masyarakat yang terjaring razia masker ini masih cukup tinggi. Mereka langsung ditindak dan diberikan sanksi saat operasi," ungkap Kepala Satpol PP dan Damkar Pelalawan, Abu Bakar FE, kepada Tribunpekanbaru.com .

Abu Bakar menerangkan, sebanyak 21 warga pengguna jalan raya terjaring dalam operasi prokes kali ini.

Dari jumlah itu, 11 orang dijatuhi sanksi administrasi berupa pembayaran denda kepada petugas yang disetor ke kas daerah.

Kemudian sebanyak 10 orang lainnya memilih sanksi sosial berupa membersihkan fasilitas umum dengan menggunakan rompi khusus serta diawasi oleh petugas.

Operasi yustisi ini berlakukan sidang ditempat bagi pelanggar prokes.

Pengendara yang tak pakai masker diarahkan petugas untuk mengikuti persidangan di meja yang disiapkan dan dihadapkan dengan hakim, jaksa, panitera, serta penyidik PPNS.

Adapun personil gabungan yang terjunkan sebanyak 48 orang. Diantaranya Satpol PP dan Damkar, TNI, Polri, BPBD, kejaksaan, pengadilan, dan Dinas Kesehatan, serta kecamatan setempat.

Dasar hukum petugas melakukan razia ini yakni sesuai dengan Perda Provinsi Riau no 4 tahun 2020, Peraturan Bupati (Perbup) Kabupaten Pelalawan no 71 2020.

Dan instruksi Bupati Pelalawan Satgas / 2021 / 06 tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro.

"Dari empat kali razia yang kita gelar, tingkat kesadaran masyarakat untuk mengguna masker. Ini yang sedang kita berantas," beber Abu Bakar.

Tim Yustisi Covid-19 Pelalawan, kata Abu Bakar, akan merubah sistem dan pola razia masker untuk menyadarkan warga pentingnya menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

Sekaligus meningkatkan efek jera bagi yang terjaring karena tidak menjalankan prokes.

( Tribunpekanbaru.com / Johannes Wowor Tanjung )

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved