Breaking News:

Pengertian Itikaf, Ibadah di Bulan Ramadhan, Ini Hukum dan Cara Pelaksanaannya

Apa itu I'tikaf? I'tikaf biasa dilakukan saat bulan Ramadhan. Apalagi ketika 10 hari terakhir Ramadhan.

Editor: Ariestia
tribun timur/tribun timur/muhammad abdiwan
FOTO ILUSTRASI - Apa itu I'tikaf? I'tikaf biasa dilakukan saat bulan Ramadhan. Apalagi ketika 10 hari terakhir Ramadhan. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Apa itu I'tikaf? I'tikaf biasa dilakukan saat bulan Ramadhan.

Apalagi ketika 10 hari terakhir Ramadhan.

Berikut ini penjelasan mengenai i'tikaf.

I'tikaf merupakan ibadah yang sudah dilakukan oleh Nabi terdahulu.

Di mana para Nabi terdahulu melakukan i'tikaf sebagai pendekatan diri kepada Allah SWT.

Lantas, apa itu i'tikaf?

Acara OASE: Cara Itikaf di Bulan Ramadan dan Keutamaannya di Tengah Pandemi.
Acara OASE Tribunnews tentang Itikaf. Dalam artikel terdapat penjelasan mengenai i'tikaf yang dilakukan saat bulan Ramadhan, beserta hukum dan caranya.(Tangkap layar akun YouTube Tribunnews.com)

I'tikaf berarti berdiam di masjid dalam rangka beribadah kepada Allah SWT.

Berdiam diri di masjid tentunya disertai niat untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan memperbanyak ibadah.

Dosen Syariah UNU Purwokerto Gus Agus Salim mengungkapkan tentang cara itikaf.

"I'tikaf dilakukan ketika seseorang berada dalam kondisi suci, kemudian menutup aurat."

"Selain itu, berdiam diri di masjid, tentunya disertai niat," ungkapnya.

I'tikat dilakukan di malam hari bulan Ramadhan.

Di mana seseorang bisa mendirikan shalat terlebih dahulu.

Kemudian, berdiam diri di Masjid.

Lebih lanjut Gus Agus Salim menjelaskan bila hukum melaksanakan i'tikaf adalah Sunah, bukan wajib.

"Ini ibadah yang Sunah, bukan wajib. Ramadhan ini bulan berkah, jadi perbanyak amal perbuatannya," katanya.

Syarat I'tikaf

Muslim

Menutup aurat

Berada di dalam masjid

Harus punya niat

Dalam keadaan suci

Adapun sebagai informasi, berikut ini syarat dan rukun itikaf sebagaimana dikutip dari TribunJogja.com:

Syarat dan Rukun I’tikaf

Sebelum melakukan i’tikaf, penting untuk memperhatikan syarat dan rukunnya, antara lain sebagai berikut:

Pertama, niat, dalam i’tikaf harus ada niat sehingga orang yang melakukannya paham apa yang harus dilakukan.

Bahkan jangan sampai melamun, dan pikiran kosong.

نويت الاعتكاف لله تعالي

“Nawaitul I’tikaf Lillahi Ta’ala”

Kedua, diam di dalam masjid dan meninggalkan perbuatan-perbuatan yang tidak boleh dilakukan oleh orang yang sedang beri’tikaf.

Sebagaimana firman Allah SWT “…Tetapi, jangan kamu campuri mereka, ketika kamu beri’tikaf dalam masjid.” (QS Al-Baqarah: 187).

Orang yang melakukan i’tikaf harus muslim, berakal, suci dari hadas besar (ada pendapat yang mengatakan bahwa hadas kecil juga membatalkan i’tikaf), dan harus di masjid.

Sunnahan i’tikaf terdapat dalam beberapa hadis, di antaranya:

Pertama, Abdullah bin Umar berkata bahwa Rasulullah SAW i’tikaf sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.” (HR Bukhari).

Kedua, ‘Aisyah berkata bahwa Rasulullah SAW melakukan i’tikaf sesudah tanggal dua puluh Ramadhan hingga beliau meninggal dunia. (HR Bukhari dan Muslim).

Ketiga, Ubay bin Ka’ab dan Aisyah mengatakan bahwa Rasulullah beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan, hinggal Allah menjemputnya (wafat). (HR. Bukhari Muslim).

Maksud dari beberapa hadis di atas bahwa tiap bulan Ramadhan akan berakhir, terutama sepuluh hari menjelang Ramadhan berakhir, Rasulullah SAW selalu i’tikaf di masjid.

Tentang I'tikaf

I'tikaf hukumnya sunah dan tidak harus pada bulan Ramadhan, boleh dilakukan pada bulan apa saja.

Terpenting bagi orang yang melakukannya memahami apa itu i’tikaf.

Dilansir Kemenag.go.id, itikaf memiliki kekhususan tempat dan aktivitas ibadah mendekatkan diri kepada Allah di masjid.

Aktivitas ibadah tersebut, meliputi berdzikir, berdo’a, membaca Al-Quran, shalat sunnah, bershalawat, bertaubat, beristigfar, dan lainnya.

I’tikaf dianjurkan setiap waktu, tetapi lebih ditekankan memasuki sepuluh malam terakhir Ramadhan sebagaimana penuturan Abdullah bin Umar RA,

Rasulullah SAW beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan ramadan. (HR. Muttafaq ‘alaih)

Di masa pandemi Covid19 ini, kemungkinan sebagian umat Islam tidak dapat beri’ikaf di masjid.

Meski demikian seluruh aktivitas i'tikaf dapat dilakukan di rumah.

Jika ingin tetap melakukan i'tikaf secara individu di masjid, maka hendaklah dilakukan dengan memenui protokol kesehatan.

Di antaranya adalah berbadan sehat, membawa sajadah sendiri, memakai masker, berwudhu kembali di masjid, dan tidak bersalaman.

(Tribunnews.com/Suci Bangun DS, TribunJogja.com).

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Apa Itu Itikaf? Ibadah di Bulan Ramadhan, Berikut Hukum dan Caranya.

Berita lain terkait Ramadhan

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved