Breaking News:

Salat Idul Fitri Terancam Tidak Bisa Digelar Setelah Inhil Zona Orange Covid-19

Salat Idul Fitri terancam tidak bisa digelar setelah Inhil zona orange Covid-19.

Istimewa
Bupati Inhil HM Wardan bersama unsur forkompinda Inhil saat meninjau pelaksanaan sanksi sosial pembersihan pemakaman khusus Covid-19 oleh para pelanggar protokol kesehatan di Sungai Beringin Tembilahan, Selasa (4/5/2021). Inhil zona orange Covid-19, sehingga berdampak pada banyak hal, termasuk Salat Idul Fitri terancam tidak bisa digelar. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, TEMBILAHANSalat Idul Fitri terancam tidak bisa digelar setelah Inhil zona orange Covid-19.

Kondisi Covid-19 di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yang saat ini sudah masuk dalam zona oranye memang sangat mengkhawatirkan dan berimbas kepada banyak hal.

Begitu juga pada kemungkinan peniadaan Salat Idul Fitri (Ied) 1442 Hijriyah secara berjamaah yang biasanya digelar di masjid dan lapangan terbuka.

Lonjakan kasus positif Covid-19 belakangan ini di Inhil membuat pelaksanaan Shalat Ied bukan tidak mungkin akan kembali di batasi.

Oleh karena itu Bupati Inhil HM Wardan berharap kategori zona oranye penyebaran Covid-19 di Inhil bisa bergeser menjadi zona kuning menjelang perayaan Idul Fitri 1442 Hijriyah.

“Setelah melalui operasi pengetatan penegakan disiplin protokol kesehatan Covid-19, syukur-syukur kita bisa zona hijau sehingga kita bisa merayakan Idul Fitri, menggelar salat Ied, baik di Masjid maupun di lapangan seperti sedia kala,” ungkap Bupati usai meninjau pelaksanaan sanksi sosial pembersihan pemakaman khusus Covid-19 oleh para pelanggar protokol kesehatan di Sungai Beringin Tembilahan, Selasa (4/5/2021).

Ditambahkan Bupati, jika tidak cepat keluar dari zona oranye menuju zona kuning bahkan hijau, bukan tidak mungkin masyarakat akan kembali melaksanakan salat Ied di rumah seperti tahun sebelumnya.

Bupati menjelaskan, kategori zona oranye penyebaran Covid-19 membuat Surat Edaran Kementerian Agama Republik Indonesia tentang panduan ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1442 Hijriah/2021 Masehi tidak dapat diberlakukan, karena surat edaran itu hanya berlaku untuk zona hijau dan zona kuning.

“Zona merah dan zona oranye tidak berlaku. Artinya, aktifitas seperti salat Ied berjamaah di Masjid atau lapangan terbuka seperti biasanya akan dilarang kalau kita masih zona oranye. Masyarakat harus shalat ied di rumah," tutur Bupati.

Menurut Bupati, Satuan Tugas Covid-19 Kabupaten Inhil telah mengambil langkah tegas dengan memberlakukan sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan, mulai dari sanksi sosial hingga kurungan.

Bupati berharap sanksi kepada masyarakat Kabupaten Inhil dapat menumbuhkan kesadaran untuk senantiasa menaati protokol kesehatan guna menekan angka penularan Covid-19.

“Kami harap kerja sama seluruh elemen masyarakat agar bersama-sama kita mematuhi protokol kesehatan. Tentunya, tahun ini umat muslim ingin dapat salat Ied di Masjid atau lapangan terbuka seperti sedia kala,” pungkas Bupati. (Tribunpekanbaru.com/T. Muhammad Fadhli).

Berita Inhil lainnya

Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved