Breaking News:

Asbiah Tetap Akan Berusaha Terobos Penyekatan Demi Mudik Lebaran

Asbiah mengaku akan tetap berusaha untuk bisa mudik lebaran tahun ini, meskipun ada penyekatan di setiap perbatasan.

Penulis: Nasuha Nasution | Editor: Ariestia
Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir
Mengantisipasi peniadaan mudik lebaran diwilayah Riau, Polda Riau mendirikan pos penyekatan di jalur antar kabupaten maupun antar provinsi sebanyak 58 pos tersebar di seluruh wilayah dan menerjunkan 2.362 petugas pengamanan dari Polri/TNI, Pol PP, Dishub, Dinkes, BPBD serta instansi lainnya. (www.tribunpekanbaru.com/Doddy Vladimir). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Asbiah warga perantau asal Dalu-dalu Rokan Hulu ini mengaku akan tetap berusaha untuk bisa mudik lebaran tahun ini, meskipun ada penyekatan di setiap perbatasan antar Kabupaten dan Kota karena larangan mudik.

Asbiah yang berprofesi sebagai guru swasta di Pekanbaru ini mengatakan baru bisa libur sekolah mulai Sabtu (8/4/2021), sedangkan pengaktifan penyekatan akan dimulai Kamis (6/4/2021).

"Saya mau balik naik motor, mudah-mudahan bisa nanti diizinkan lewat, apapun kondisinya saya mau coba terobos biar bisa pulang dan ngumpul bersama keluarga di kampung," ujarnya bercerita dengan tribunpekanbaru.com.

Menurut Asbiah penyekatan yang dilakukan pemerintah tersebut sangat tidak masuk akal untuk mencegah penyebaran Covid.

Pasalnya di beberapa tempat, terutama di pasar dan mall, banyak yang abai dengan protokol kesehatan.

"Kasihan kan warga yang mau mudik yang mau jumpa dengan orangtua dan keluarganya, yang jelaskan selau taat protokol kesehatan," ujar Asbiah.

Saat ditanya bila nanti petugas menghadang dan menyuruh putar balik, Asbiah mengaku tetap akan berupaya meyakinkan petugas.

Bahkan bila perlu sebagai syarat lewat penyekatan harus rapid tes Antigen, Asbiah juga bersedia.

"Kalau mau serius, penertiban, itu yang nongkrong dan yang ada di pasar yang tidak taat Prokes itu," jelas Asbiah.

Warga perantau di Pekanbaru lainnya, Nila juga mengaku kesal dengan kebijakan pemerintah yang melakukan penyekatan untuk larangan mudik ini.

"Tapi mau gimana lagi, kita harus patuh demi hilangnya penyebaran Covid ini, terpaksa diurungkan niat pulang kampungnya," ujar Nila perantau asal Agam Sumatera Barat ini.

Menurut Nila meskipun demikian, ia berharap kepada pemerintah jangan hanya saat mudik lebaran saja dilakukan pengetatan larangan mudik.

Namun setiap waktu juga harus ditertibkan pembandel dan pelanggar Prokes.

"Semuanya harus ditertibkan, dan kapanpun, jangan saat lebaran saja,"ujarnya. (Tribunpekanbaru.com/Nasuha Nasution).

Berita terkait larangan mudik 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved