Breaking News:

Driver Pikap Pembawa Telur Deg-degan Saat Lewati Pos Penyekatan Larangan Mudik Lebaran, Ini Kisahnya

Seorang driver pikap pembawa telur deg-degan saat melewati Pos Penyekatan larangan Mudik Lebaran di Bangkinang, Kampar, Riau, ini kisahnya

Penulis: Ikhwanul Rubby | Editor: Nolpitos Hendri
Tribun Pekanbaru/Ikhwanul Rubby
Driver Pikap Pembawa Telur Deg-degan Saat Lewati Pos Penyekatan Larangan Mudik Lebaran, Ini Kisahnya 

TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKINANG - Seorang driver pikap pembawa telur deg-degan saat melewati Pos Penyekatan larangan Mudik Lebaran di Bangkinang, Kampar, Riau, ini kisahnya.

Sempat driver pikap ini khawatir tidak bisa lewat saat mobil pengangkut telor ayam dari Payakumbuh, Sumatera Barat itu terpaksa diberhentikan petugas karena tidak memiliki surat hasil rapid test atau surat kesehatan pada Kamis (6/5/2021) di Pos Penyekatan larangan Mudik Lebaran di Bangkinang.

Driver pikap bernama Zikri asal Payakumbuh itu mengaku terkejut dengan adanya Pos Penyekatan larangan Mudik Lebaran di Bangkinang.

Ia mengaku tidak mengetahui sebelumnya tentang adanya penyekatan arus lalu lintas terkait larangan Mudik Lebaran .

Zikri bertujuan ke Pekanbaru untuk mendistribusikan dan menjual telur ayam dari tempatnya di Payakumbuh.

"Saya khawatir juga jika tidak diizinkan masuk, bisa rugi saya," ungkapnya.

Dirinya bersyukur setelah melakukan pengecekan kesehatan dibolehkan masuk karena kendaraan dan aktifitasnya termasuk yang diperbolehkan melintas.

Sebelumnya Gubernur Riau, Syamsuar menjelaskan ada sejumlah kendaraan yang dibolehkan melewati perbatasan.

Tidak semua kendaraan yang melintasi pos tersebut diminta untuk putar balik.

Ada beberapa kriteria kendaraan yang diizinkan melintas sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan. 

"Ada pengecualian. Kendaraan yang terkait kepentingan hajat orang banyak, yang tidak berkaitan dengan orang mudik tentu akan diberi kemudahan," ujarnya. 

Kendaraan yang dibolehkan lewat pos penyekatan dimaksud Wagubri yakni kendaraan membawa sembako, kendaraan operasional pelayanan publik dan lainnya sesuai yang telah ditentukan.

Diantaranya adalah kendaraan pimpinan lembaga tinggi negara, kendaraan dinas operasional dengan TNKB dinas ASN, TNI/Polri yang digunakan untuk kedinasan.

Kemudian kendaraan pemadam kebakaran, mobil ambulanc, mobil jenazah, mobil barang dengan ketentuan tidak membawa penumpang serta kendaraan membawa obat-obat dan alat kesehatan

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved