Breaking News:

Lokalisasi Gang Royal Digerebek: TERKUAK Kamar Bawah Tanah hingga Kasur Penuh Bercak Cairan

Barang-barang yang dibongkar dari kafe prostitusi Gang Royal kemudian dibawa ke gudang penyimpanan di kawasan Koja, Jakarta Utara.

Editor: Firmauli Sihaloho
Tribun Jakarta
Ruangan bawah tanah di lokalisasi Gang Royal, Penjaringan, Jakarta Utara, yang menyajikan kamar bercinta berukuran sempit 

Dalam pembongkaran sore tadi, petugas awalnya memasuki kafe tersebut dari pinggir rel dan mendapati ruangan di dalamnya kosong.

Meski demikian, petugas dibuat tertarik dengan keberadaan dua pintu di lantai kafe itu.

Ketika pintu-pintu dibuka, ternyata di dalamnya ada tangga yang mengarah ke ruangan bawah tanah.

Ruangan itu dibuat serupa bungker, meski secara teknis, tempatnya berada di lantai dasar alias di bawah rel.

Lokalisasi Gang Royal sendiri posisinya di bantaran rel kereta perbatasan Jakarta Utara-Jakarta Barat di wilayah Penjaringan.

Tiap kafe rata-rata dua lantai, bisa dimasuki lewat bawah alias melalui gapura, bisa juga dikunjungi lewat atas alias dari pintu-pintu pinggir rel.

Di ruangan bawah tanah itu terdapat tiga kamar dan satu kamar mandi.

Setiap kamar berukuran mirip kuburan.

Ruangan bawah tanah di lokalisasi Gang Royal, Penjaringan, Jakarta Utara, yang menyajikan kamar bercinta berukuran sempit.
Ruangan bawah tanah di lokalisasi Gang Royal, Penjaringan, Jakarta Utara, yang menyajikan kamar bercinta berukuran sempit. (TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino)

Dengan luas sekitar 2 x 1 meter, tiap-tiap kamar terlihat sempit ketika kasur yang memenuhinya menyentuh dinding ke dinding.

Suasana gelap dibalut hawa yang sangat pengap menyelimuti kamar-kamar tempat PSK menjajakan pelanggan pada ruangan bawah tanah tersebut.

Lampu remang-remang yang masih menyala belum sanggup menerangi sekeliling ruang bawah tanah yang terlanjur dibalut kegelapan.

Bau tidak sedap juga perlahan menusuk rongga hidung ketika petugas mulai turun untuk membongkar kamar-kamar tempat bercinta itu.

Petugas mendapati koper berisi pakaian dari salah satu kamar. Sementara dari kamar lainnya, petugas hanya mendapati stop kontak listrik serta sebungkus tisu utuh.

Kasur serta barang-barang dari ketiga kamar itu kemudian dibongkar dan dibawa petugas menuju gudang penyimpanan.

Kasur bercak sperma dan kondom bekas pakai

Adapun berdasarkan pengamatan TribunJakarta.com, salah satu jenis barang yang paling banyak ditemukan petugas dari setiap kafe ialah kasur busa.

Kasur-kasur itu disinyalir bekas dipakai para pekerja seks komersial (PSK) Gang Royal melayani nafsu pria hidung belang.

Hal itu terlihat dari bercak diduga sperma yang menodai sprei dari beberapa kasur.

Salah satu kasur yang diangkut dibalut sprei motif bunga dengan warna dasar merah muda.

Warna dasar yang terang itu terlihat kontras dengan noda yang mengotorinya. Ada noda-noda berbentuk lingkaran yang tersebar di sprei motif bunga itu.

Tak sedikit dari petugas yang mengangkut kasur tersebut juga menduga bercak itu tak lain adalah noda bekas bercinta.

"Ada, bercak-bercaknya tuh," celetuk salah seorang petugas sambil terkekeh.

Selain kasur, petugas gabungan juga mengangkut barang-barang lain dari dalam setiap kafe.

Kipas angin, wadah berisi minuman keras, kursi panjang, hingga pengeras suara tak luput dibongkar petugas.

Benda-benda khas lokalisasi lainnya yang didapati petugas ialah alat kontrasepsi.

Salah seorang anggota TNI yang ikut dalam pembongkaran Gang Royal mendapatkan dua bungkus kondom berceceran di salah satu kafe.

"Ini ada dua kondom ya. Satu masih terbungkus, satu udah terbuka, udah dipakai. Merek Sutra," kata petugas tersebut.

Wakil Camat Penjaringan Holi Susanto mengatakan, pembongkaran ini menindaklanjuti aduan masyarakat soal tempat hiburan malam yang meresahkan di Gang Royal.

Apalagi, aktivitas-aktivitas di lokasi itu masih gencar saat bulan suci Ramadan.

"Masyarakat melihat di Royal ini masih ada kegiatan di bulan suci Ramadan. Jadi kita bersama-sama Satpol PP untuk penertiban daerah ini," kata Holi usai penertiban, Rabu (5/5/2021) petang.

Dalam prosesnya, petugas gabungan yang terdiri dari Satpol PP, TNI-Polri, hingga petugas PPSU membongkar sedikitnya 17 kafe di kawasan itu.

Meski demikian, tidak ada satupun pemilik maupun pekerja kafe yang diamankan dalam razia hari ini.

"Hari ini kita lakukan penertiban 17 kafe. Saat ini belum ada wanita malam yang diamankan," ucap Holi.

Barang-barang yang dibongkar dari kafe prostitusi Gang Royal kemudian dibawa ke gudang penyimpanan di kawasan Koja, Jakarta Utara.

Para pemilik bisa mengambil barang-barang mereka setelah membuat surat pernyataan dan mengikuti sidang tindak pidana ringan di pengadilan.

Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Nekat Buka saat Bulan Ramadan, Lokalisasi Gang Royal di Penjaringan Dibongkar Satpol PP

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved