Breaking News:

Myanmar Mencekam, Faksi Bersenjata Bentuk Pasukan Pertahanan Rakyat Untuk Lindungi Warga Dari Junta

Tindakan semena-mena junta militer membuat Pemerintahan bayangan Myanmar membentuk pasukan pertahanan rakyat. 

Editor: Guruh Budi Wibowo
AFP VIA capture Aljazeera
Rakyat Myanmar melawan tembakan militer dengan peralatan yang seadanya 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Situasi keamanan di Myanmar semakin tak terkendali sejak kudeta militer terjadi. 

Masyarakat Myanmar yang menolak kudeta militer tak lagi merasa aman tinggal di negerinya sendiri.

Mereka bisa saja hilang, bahkan tewas kapan saja oleh junta militer.

Tindakan semena-mena junta militer membuat Pemerintahan bayangan Myanmar membentuk pasukan pertahanan rakyat. 

Pasukan itu untuk melindungi warga sipil dari junta militer.

Negara di Asia Tenggara itu menghadapi krisis sejak junta melakukan kudeta terhadap pemerintahan Aung San Suu Kyi, 1 Februari lalu.

Perlawanan melalui unjuk rasa pun terjadi, dengan aparat berusaha membubarkan dengan menggunakan cara brutal.

Sejauh ini, 770 orang dilaporkan tewas. Junta juga mengakui adanya korban namun mengeklaim jumlahnya jauh lebih sedikit.

Sekelompok politisi yang menyebut diri sebagai "Pemerintah Bersatu Nasional (NUG)" mengumumkan adanya pasukan pertahanan rakyat.

Dalam pernyataannya, NUG menerangkan kelompok ini merupakan awal bagi terbentuknya "Tentara Perastuan Federal".

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved