Breaking News:

Sebut China Dan Rusia Negara Jahat Dan Pengganggu, G7: Sewenang-wenang Dan Merusak

Sementara China, dianggap bersalah atas pelanggaran hak asasi manusia dan menggunakan pengaruh ekonominya untuk menggertak pihak lain.

BEN STANSALL / AFP / POOL
Pertemuan negara G7 dimulai di London pada 5 Mei 2021 

TRIBUNPEKANBARU.COM - China dan Rusia disebut sebagai negara jahat dan pengganggu oleh negara anggota Group of Seven (G7). 

Pernyataan pedas tersebut dilayangkan pada pertemuan hari Rabu (5/5/2021).

Hal itu tentunya menjadi tamparan keras bagi China dan Rusia.

Dalam komunike sepanjang 12.400 kata yang disusun bersama, para menteri luar negeri G7 mengatakan Rusia berusaha merusak demokrasi dan mengancam Ukraina.

Sementara China, dianggap bersalah atas pelanggaran hak asasi manusia dan menggunakan pengaruh ekonominya untuk menggertak pihak lain.

Sayangnya, ketujuh negara tidak menyebutkan secara pasti langkah-langkah konkret yang akan diambil untuk menindak Rusia maupun China.

Secara umum, kesimpulan rapat hanya berisi kecaman dan teguran.

Dilansir dari Reuters, satu poin tertulis bahwa G7 akan meningkatkan upaya kolektif untuk menghentikan kebijakan ekonomi koersif China dan untuk melawan disinformasi Rusia.

"Daripada bereaksi dengan kemarahan, saya pikir China perlu memahami bahwa ia perlu memahami bahwa aturan internasional dasar ini harus ditaati," ungkap Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab, seperti dikutip Reuters.

Rusia sebelumnya menyangkal tuduhan campur tangan di luar perbatasannya terkait Krimea, dan mengatakan negara Barat terkurung dalam histeria anti-Rusia.

Sejalan dengan itu, China mengatakan negara-negara Barat adalah pengganggu dan para pemimpinnya memiliki pola pikir pasca-kekaisaran yang membuat mereka merasa dapat bertindak seperti polisi global.

Mendukung Taiwan dan Ukraina

Halaman
12
Editor: Guruh Budi Wibowo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved