Breaking News:

Video Berita

Video: Jelang Lebaran, Harga Bahan Pokok di Bengkalis Masih Fluktuatif, Cabe Sudah Mulai Naik

Kenaikan cabe merah sebelunnya perkilogramnya sekitar Rp 35.000, saat ini sudah naik sekitar Rp 40.000 perkilogramnya.

Penulis: Muhammad Natsir | Editor: aidil wardi

TRIBUNPEKANBARU.COM, BENGKALIS - Sepekan menjelang lebaran Idul Fitri di Bengkalis belum terjadi kenaikan signifikan harga bahan pokok penting (Bapokting) di Bengkalis. Harga Bapokting masih fluktuatif sesuai dengan permintaan masyarakat.

Seperti diungkap salah seorang pedagang di pasar terubuk Bengkalis Doni kepada tribunpekanbaru.com, Kamis (6/5) pagi. Menurut dia sejauh ini hampir seluruh Bakpoting masih dalam keadaan normal.

"Belum ada kenaikan signifikan, hanya pelan pelan memang mulai naik, nanti puncaknya pada H -2 lebaran," ungkap Doni

Menurut dia Bakpoting yang mulai menunjukkan kenaikan beberapa hari terakhir ini diantaranya cabe merah keriting, cabe hijau dan bunga kol.

Kenaikan cabe merah sebelunnya perkilogramnya sekitar Rp 35.000, saat ini sudah naik sekitar Rp 40.000 perkilogramnya.

"Begitu juga cabe hijau keriting yang belumnya hanya Rp 28.000 perkilogramnya saat ini sudah mencapai harga Rp 30.000 perkilogramnya. Sementara bunga kol yang biasanya Rp 18.000 perkilogramnya saat ini diangka Rp 20.000 perkilogramnya," terang Doni.

Bapokting lainnya sejauh ini belum terjadi kenaikan. Seperti bawang merah masih dijual seharga Rp 30.000 perkilogramnya.

Menurut Doni, kenaikan harga barang ini biasanya memang wajar terjadi menjelang lebaran. Namun pihaknya tidak tahu pasti penyebab kenaikan karena langsung dari distributor yang menaikkan harga.

Hal yang sama juga diungkap Jefri pedagang ayam potong di pasar terubuk Bengkalis, sampai sejauh ini untuk harga ayam potong masih normal. Jefri menjual harga perkilogram ayam potongnya sekitar Rp 30.000 dalam kondisi bersih dan sudah di potong.

"Sedangkan kalau ditimbang saat masih hidup kita jual perkilogramnya seharga Rp 26.000, sampai saat ini masih segitu, belum terjadi kenaikan," terangnya.

Kenaikan harga biasanya terjadi saat dua hari menjelang lebaran. Jika harga normal ayam potong bersihnya sekitar 30 ribu rupiah biasanya akan naik sekitar 35 ribu rupiah perkilogramnya.

"Kalau harga ayam potong yang ditimbang saat hidup akan naik sekitar 28 ribu rupiah perkilogramnya," ungkap Jefri.

Menurut Jefri, sejauh ini kenaikan harga memang disebabkan dari pihak distributor yang menaikkan menjelang hari lebaran.

Ini terjadi karena adanya peningkatan permintaan ayam sejak tiga hari sebelum lebaran.

"Penyebab kenaikan biasanya karena permintaan meningkat, sampai sejauh ini adanya penyekatan mudik tidak pengaruh dengan harga ayam, sebab kendaraan pengangkut Bapokting tetap diizinkan melintas seperti biasa," tandasnya.

Sementara itu sejak terjadinya Pandemi Covid 19 ini pembelian ayam potong memang mengalami penurunan.

Seperti lebaran Idul Fitri tahun lalu, kenaikan harga tidak sampai 38 ribu rupiah perkilogramnya karena permintaan ayam tidak begitu besar.

"Kalau sebelum corona ayam potong saat lebarang karena banyak pembelinya bisa naik sampai diatas 38 ribu rupiah perkilogramnya," tambahnya singkat.(tribunpekanbaru.com/Muhammad Natsir)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved