Breaking News:

Batal Lamaran, Jika 13 Orang Rombongan Ini Mau Rapid Test di Lokasi, Petugas Bakal Izinkan Lewat

Namun meski sudah diimbau untuk tidak mudik, masih saja banyak orang yang berani untuk melakukannya, hasilnya malah disuruh putar balik.

Editor: Hendri Gusmulyadi
surya.co.id/rahadian bagus
Rombongan warga asal Klaten Jateng yang batal lamaran karena keluarganya tidak membawa hasil rapid test, Kamis (6/5/2021). 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Aturan larangan mudik berlaku di mana-mana mulai tanggal 6 Mei 2021.

Penerapannya dilakukan penyekatan di perbatasan.

Namun meski sudah diimbau untuk tidak mudik, masih saja banyak orang yang berani untuk melakukannya, hasilnya malah disuruh putar balik.

Seperti kisah keluarga pemuda dan keluarganya ini.

Pemuda asal Klaten bernama Agus Suryadi (23) itu, harus menunda keinginannya untuk melamar gadis pujaannya akibat terjaring larangan mudik 2021.

Siang itu, Kamis (6/5/2021), Agus dan keluarganya hendak pergi ke Winongo Kabupaten Madiun untuk melamar, namun tertunda karena diminta putar balik saat melintas di pos penyekatan Mantingan.

Saat diperiksa petugas, Agus hanya dapat menunjukkan surat hasil rapid miliknya.

Sementara 13 orang anggota keluarganya, tidak membawa hasil rapid tes, termasuk sopir travel yang mengantarnya.

Agus beralasan, sebelum melintas di perbatasan Mantingan (Ngawi-Sragen), ia dan rombongan keluarganya sudah diperiksa di pos  di Sragen.

Pada saat itu, petugas hanya meminta satu orang saja untuk dirapid. 

Halaman
12
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved