Breaking News:

Video

VIDEO: Travel Berpenumpang dari Sumbar Dipaksa Putar Balik di Posko Perbatasan

Petugas yang bertugas langsung menyuruh sopir travel tersebut untuk membawa penumpang kembali ke Sumatera Barat.

Penulis: Ikhwanul Rubby | Editor: David Tobing

TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKINANG - Mobil travel pembawa penumpang disuruh putar balik ketika tiba diperbatasan Riau - Sumbar Desa Tanjung Alai Kecamatan XIII Koto Kampar, Kamis (6/5).

Mobil Travel berwarna putih, yang mengangkut beberapa orang penumpang ini sempat ditanyai petugas terkait kelengkapan surat-suratnya.

Namun saat ditanyai surat - surat seperti hasil rapid dan surat jalan, sopir mobil bersangkutan tidak bisa menunjukkan.

Karena hal itu petugas melarang mobil tersebut masuk wilayah Provinsi Riau

Petugas yang bertugas langsung menyuruh sopir travel tersebut untuk membawa penumpang kembali ke Sumatera Barat.

Dari pantaun Tribunpekanbaru sejumlah kendaraan ada yang diizinkan melalui perbatasan karena merupakan kendaraan pengangkut bahan material bangunan dan sembako

Selain itu kendaraan pribadi dan penumpang dilarang melintas baik dari arah Sumbar maupun dari arah Riau.

Sebelumnya Gubernur Riau, Syamsuar menjelaskan ada sejumlah kendaraan yang dibolehkan melewati perbatasan.

tidak semua kendaraan yang melintasi pos tersebut diminta untuk putar balik. Ada beberapa kriteria kendaraan yang diizinkan melintas sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan.

"Ada pengecualian. Kendaraan yang terkait kepentingan hajat orang banyak, yang tidak berkaitan dengan orang mudik tentu akan diberi kemudahan," ujarnya.

Kendaraan yang dibolehkan lewat pos penyekatan dimaksud Wagubri yakni kendaraan membawa sembako, kendaraan operasional pelayanan publik dan lainnya sesuai yang telah ditentukan.

Diantaranya adalah kendaraan pimpinan lembaga tinggi negara, kendaraan dinas operasional dengan TNKB dinas ASN, TNI/Polri yang digunakan untuk kedinasan. Kemudian kendaraan pemadam kebakaran, mobil ambulanc, mobil jenazah, mobil barang dengan ketentuan tidak membawa penumpang serta kendaraan membawa obat-obat dan alat kesehatan

Selain itu kendaraan yang digunakan untuk kepentingan mendesak, yaitu bekerja/perjalanan dinas, kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka keluarga meninggal, ibu hamil yang didampingi satu orang anggota keluarga, pesalinan yang didampingi dua orang anggota keluarga, pelayanan kesehatan darurat juga diperbolehkan melintas.

Termasuk kendaraan yang mengangkut pekerja Migran Indonesia, warga Indonesia terlantar, dan pelajar/mahasiswa yang berada di luar negeri, serta pemulangan orang dengan alasan khusus oleh pemerintah sampai ke daerah asal seseai ketentuan berlaku.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved