Breaking News:

Keluarga Sebut Pelaku Penampar Imam Masjid di Pekanbaru Gangguan Jiwa, Ini Kata Polisi

DA sudah ditetapkan statusnya sebagai tersangka Polisi memastikan proses penanganan hukum terkait kasus penamparan imam Masjid Baitul 'Arsy di Pekan

Penulis: Rizky Armanda
Editor: Sesri
TribunPekanbaru/Rizky Armanda
Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Polisi memastikan proses penanganan hukum terkait kasus penamparan imam Masjid Baitul 'Arsy di Pekanbaru bernama Juhri Ashari Hasibuan, oleh pria berinisial DA (41), akan tetap berlanjut.

Apalagi, DA sudah ditetapkan statusnya sebagai tersangka.

"Sudah diproses pelakunya, sekarang lagi ditangani oleh kita Satreskrim Polresta Pekanbaru untuk ditindaklanjuti sampai ke proses peradilan. Kita serius menanganinya," tegas Kapolresta Pekanbaru, Kombes Nandang Mu'min Wijaya, Sabtu (8/5/2021).

Disinggung soal pelaku terindikasi gangguan jiwa dan mengantongi kartu kuning, Kombes Nandang memberikan tanggapannya.

"Itu kan dari pihak keluarganya, kita akan tetap melakukan observasi dulu ke rumah sakit jiwa. Kita tidak bisa begitu saja percaya, kita harus cek dulu," sebutnya.

"Prinsipnya kan kita tidak mau menghentikan (proses) hukum ditingkat penyidikan. Tetap ini proses akan berjalan (sampai) ke peradilan. Nanti yang menentukan itu hakim, dari alat-alat bukti yang ada. Itu sudah ranah pembuktian nantinya," sambung Perwira Menengah (Pamen) berpangkat melati tiga ini.

Pria berinisial Deni A (41), penampar imam Masjid Baitul 'Arsy di Jalan Srikandi, Kelurahan Delima, Panam, Kota Pekanbaru, ditetapkan sebagai tersangka.
Pria berinisial Deni A (41), penampar imam Masjid Baitul 'Arsy di Jalan Srikandi, Kelurahan Delima, Panam, Kota Pekanbaru, ditetapkan sebagai tersangka. (Polsek Tampan)

Dipaparkan Nandang, proses observasi kejiwaan terhadap pelaku dilakukan oleh ahli kejiwaan.

"Ini sebagai langkah dari proses hukumnya, proses penyidikan. Kita harus meminta keterangan ahli dari observasi itu," sebut Nandang.

Dia menambahkan, tersangka dijerat Pasal 351, 352 KUHP tentang penganiayaan dan Pasal 156 A KUHP tentang penistaan agama.

Diberitakan sebelumnya, sebuah rekaman video yang menayangkan adegan seorang lelaki menampar imam yang sedang memimpin salat berjamaah di Pekanbaru, viral di media sosial.

Pria Misterius Pukul Imam Masjid di Pekanbaru, Polisi Dalami Motif Pelaku
Pria Misterius Pukul Imam Masjid di Pekanbaru, Polisi Dalami Motif Pelaku (Istimewa)
Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved