Breaking News:

VIRAL Kuliner Bipang, Mendag Minta Maaf, Politisi PDIP: Apa Niatnya Ingin Mendiskreditkan Presiden?

Ia juga mempertanyakan langkah teknis sebelum penayangan video promosi kuliner nusantara tersebut.

int/instagram @bipangambawang
Presiden Jokowi dan kuliner bipang ambawang 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Meski Menteri Perdagangan M Lutfi sudah meminta maaf terkait video promosi kuliner mudik khas daerah di Indonesia namun Politisi PDI Perjuangan, Mufti Anam memberikan beberapa catatan terkait hal tersebut.

Menurutnya, jika video promosi kuliner yang menyebut nama makanan khas Kalimantan “bipang ambawang” adalah dalam rangka Hari Bangga Buatan Indonesia, seharusnya konteks pembicaraan tidak disangkutkan dengan mudik.

“Presiden Jokowi adalah pecinta kuliner lokal, pecinta UMKM.

Tapi tentu beliau tidak hafal nama puluhan ribu jenis kuliner di tanah air.

Mendag Lutfi mestinya paham kalau mau bikin gerakan seperti itu, jangan malah bekerja tidak teliti sehingga membuat Pak Jokowi terpojok,” ujar Mufti dalam pernyataan yang diterima Tribunnews.com, Sabtu (8/5/2021).

Mufti mengatakan, evaluasi menyeluruh diperlukan terhadap kinerja Kementerian Perdagangan.

Ia juga mempertanyakan langkah teknis sebelum penayangan video promosi kuliner nusantara tersebut.

Baca juga: Anak Bacok Ayah Hingga Koyak Dileher Lalu Ia Pun Bunuh Diri, Sang Ayah Akhirnya Meninggal Dunia

Baca juga: Warga Dibikin Gempar, Pasutri Tewas di Dalam Septic Tank, Diduga Hirup Gas Beracun

Baca juga: Janda Ditinggal Suami dengan 16 Anak, Kerja Jual Cendol, Hutang Tumbuh 25 Juta, Bantuan Mengalir

"Kenapa tidak dicek script-nya, kenapa tidak dicek sebelum dipublikasikan? Apa ada maksud ingin mendiskreditkan Presiden?" kata Mufti.

Anggota Komisi VI DPR ini juga mencermati kinerja Menteri Perdagangan M Lutfi.

Mendag disebut Mufti beberapa kali keliru dalam memberikan masukan ke Presiden.

Halaman
12
Editor: Firmauli Sihaloho
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved