Breaking News:

CARUT MARUT THR PNS/ASN: Antara Janji Sri Mulyani dan Tudingan Tak Bersyukur

Lantaran pemerintah tidak memasukan komponen tunjangan kinerja atau tukin dalam THR PNS 2021.

WAHYU PUTRO A
Menteri keuangan, Sri Mulyani 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Tunjangan hari raya (THR) bagi PNS menjadi sorotan.

Pasalnya muncul berbagai polemik terkait besaran THR yang didapatkan PNS.

Dilaporkan, beberapa jam setelah Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati, mengumumkan pencairan tunjangan hari raya (THR) 2021 dan gaji ke-13, muncul petisi online di laman Change.org.

Petisi berisi protes ini muncul lantaran Sri Mulyani mengumumkan kedua hak para PNS ini hanya akan diberikan sebesar gaji pokok dan tunjangan melekat saja.

Artinya, besaran THR tersebut tidak dibayarkan secara penuh.

Lantaran pemerintah tidak memasukan komponen tunjangan kinerja atau tukin dalam THR PNS 2021.

Tukin sendiri selama ini dikenal sebagai tunjangan dengan nominal paling besar selain gaji pokok bagi banyak PNS, terutama mereka yang tidak menempati jabatan strategis atau PNS lain yang tidak mendapatkan tunjangan khusus. 

"Kembalikan full seperti tahun 2019," demikian bunyi petisi tersebut.

Petisi online tersebut sudah mendapatkan dukungan lebih dari puluhan ribu orang. Selain ke Sri Mulyani, petisi juga dialamatkan ke Presiden Joko Widodo.

Baca juga: Apa Sih Arti Hamper Lebaran? Perbedaan Hampers dengan Parsel: Hamper Ternyata Berasal dari Prancis

Baca juga: Warga India Heboh! Panik Melihat Bola Api di Langit, Roket China?

Janji Sri Mulyani

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved