Breaking News:

DPRD Pekanbaru

Perda Covid-19 Sudah Disahkan, DPRD Pekanbaru Berharap Proses Verifikasinya Jangan Diperlambat

Perda Penanganan Covid-19 Kota Pekanbaru, sudah disahkan pekan kemarin. Beberapa item penting di dalam Perda, diharapkan bisa segera direalisasikan.

Penulis: Syafruddin Mirohi
Editor: Ariestia
b4networks.com
Ilustrasi 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Perda Penanganan Covid-19 Kota Pekanbaru, sudah disahkan pekan kemarin.

Beberapa item penting di dalam Perda tersebut, diharapkan bisa segera direalisasikan.

Satu di antaranya bisa segera membantu masyarakat yang terdampak Covid-19, baik secara ekonomi maupun sosial.

Ketua DPRD Pekanbaru Hamdani SIP mengharapkan lebih dari itu.

Bahwa DPRD sangat mengharapkan, dengan cepatnya Perda yang merupakan Inisiatif DPRD ini disahkan, bisa menekan jumlah penularan covid dan agar lebih disiplin lagi.

"Kami ingatkan, agar proses verifikasinya jangan berlama-lama. Kasihan masyarakat yang sudah terlalu lama terdampak Covid-19. Harus segera action," tegas Hamdani kepada Tribunpekanbaru.com, Minggu (9/5/2021).

Sekadar diketahui, bunyi salah satu poin dalam Perda Penanganan Covid-19 tersebut yakni, bagi warga yang terdampak, akan menjadi perhatian wajib pemerintah. Baik secara pemulihan dampak ekonomi, maupun secara perlindungan sosial.

"Harapan kami, OPD terkait nantinya harus mensosialisaikan dengan baik kepada masyarakat. Sehingga masyarakat tahu apa hak dan kewajibannya," tambah Politisi PKS ini lagi.

Mengenai sanksi, lanjut Hamdani, juga dijelaskan dalam Perda tersebut.

Bahwa tentang teguran dan sanksi administratif kepada para pelanggarnya, diharapkan bisa memberikan efek jera kepada masyarakat. Tujuan akhirnya, ajar dapat menekan penularan.

Perda Penanganan Covid-19 dibuat, agar kebijakan penanggulangan wabah virus corona ini, lebih komprehensif.

Terlebih lagi, jumlah kasus penularan Covid-19 di Pekanbaru cukup tinggi dalam dua pekan terakhir. 

Data Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru per 5 Mei 2021 kemarin, total kasus positif Covid-19 di Pekanbaru 21.652 kasus dengan 402 kasus di antaranya meninggal dunia. Saat ini pula ada 2.472 kasus aktif yang masih dalam penanganan. (Tribunpekanbaru.com/Syafruddin Mirohi). 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved