Breaking News:

DPRD Pekanbaru

Salat Ied di Rumah, Anggota DPRD Pekanbaru: Warga Harus Patuhi Aturan Pemerintah

Legislator menyebutkan, bahwa masyarakat harus mendukung SE yang sudah diputuskan tersebut, demi kenyamanan dan keamanan bersama.

Tribun Pekanbaru/Theo Rizky
Umat muslim berkumpul di halaman Masjid Agung An Nur Provinsi Riau Pekanbaru untuk mengikuti Salat Idul Adha 1440 H, Minggu (11/8/2019).(TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Beberapa kelurahan di Kota Pekanbaru, sudah diputuskan untuk pelaksanaan Salat Idul Fitri, tidak boleh digelar di lapangan atau di masjid/musala. Kondisi ini disebabkan, karena daerah tersebut masih dalam kondisi zona merah.

Hal ini diperkuat dengan surat edaran (SE) Walikota Pekanbaru No: 10/SE/2021, tanggal 6 Mei 2021, tentang aktivitas perayaan Idul Fitri.

Dengan demikian, warga dianjurkan Salat Idul Fitri di rumah masing-masing.

Menyikapi kondisi tersebut, kalangan DPRD Pekanbaru meresponnya.

Legislator menyebutkan, bahwa masyarakat harus mendukung SE yang sudah diputuskan tersebut, demi kenyamanan dan keamanan bersama.

"Harus kita patuhi, karena sudah ditetapkan bersama, unsur pemerintah. Tidak ada yang boleh melanggarnya," tegas Anggota DPRD Pekanbaru Indra Sukma, Minggu (9/5/2021) kepada Tribunpekanbaru.com.

Secara pribadi, lanjut politisi PAN ini, bahwa dia agak miris adanya larangan Salat Ied di rumah tersebut.

Sebab, momen Idul Fitri ini, hanya sekali setahun dan semua masyarakat merindukan suasana ied tersebut.

Hanya saja, demi keselamatan dan kepentingan bersama, maka masyarakat wajib mematuhinya.

"Itu tadi, tujuannya memang baik, supaya covid 19 ini habis. Harapan saya juga demikian, mari sama-sama kita doakan," ajaknya lagi.

Halaman
12
Penulis: Syafruddin Mirohi
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved