Breaking News:

Temui Imam Masjid Korban Pemukulan di Pekanbaru, Anggota DPR RI Dorong RUU Perlindungan Ulama

Anggota DPR RI menemui imam masjid korban pemukulan di Pekanbaru dan mendorong pemerintah untuk membuat RUU perlindungan ulama serta simbol agama.

Penulis: Nasuha Nasution
Editor: Ariestia
Tribun Pekanbaru/Nasuha Nasution
Anggota DPR RI menemui imam masjid korban pemukulan di Pekanbaru dan mendorong pemerintah untuk membuat RUU perlindungan ulama serta simbol agama. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Anggota Komisi VIII DPR RI Achmad menemui imam masjid korban pemukulan di Pekanbaru, Minggu (9/5/2021), dan mendorong pemerintah untuk membuat RUU perlindungan ulama serta simbol agama.

Seperti diketahui, imam Masjid Baitul Arsy Juhri Ashary Hasibuan  menjadi korban pemukulan saat melaksanakan salat subuh berjamaah Jumat lalu.

Pada kesempatan itu Achmad meminta agar pemerintah harus memikirkan Rancangan perlindungan ulama dan simbol agama.

Ini dimaksudkan agar tidak ada ancaman, persekusi lagi kepada ulama dan tidak merasa diteror lagi, termasuk keluarga para ulama.

"Ulama ini kan bekerja mencerdaskan umat, makanya didorong pemerintah buat UU perlindungan hak ulama, negara harus melindunginya, termasuk ancaman keselamatan kepada imam mesjid ustadz saat berceramah," ujar Achmad kepada tribunpekanbaru.com usai menemui imam mesjid tersebut Minggu (9/5/2021).

Achmad menyayangkan selama ini diberbagai daerah di tanah air banyak penganiayaan dan kriminalisasi ulama, anehnya lagi menurut Achmad selalu pelaku dikaitkan dengan orang gila.

"Apakah orang gila hanya suka mengganggu imam dan ulama, jadi sangat kita sayangkan juga kepolisian begitu cepat memutuskan orang gila (Untuk sejumlah kasus), akhirnya tidak ada penyelesaian hukum secara tuntas,"ujar Achmad.

Termasuk kasus yang menimpa Juhri Ashary Hasibuan yang saat ini sedang lanjut prosesnya di pihak kepolisian, menurut Achmad semuanya harus dituntaskan.

"Kita minta agar kasus ini dituntaskan, sampai ke pengadilan jangan sampai cepat diputuskan pelakunya sebagai orang gila, agar terbuka dan mempercepat kami untuk inisiatif UU perlindungan ulama dan simbol agama,"ujar Achmad.

Dengan adanya UU perlindungan tokoh ulama dan simbol agama tersebut maka menurut Achmad ada jaminan kemananan bagi para ulama saat menjalankan tugasnya, profesionalitas dan lainnya.

"Jadi ulama ini dulu juga sudah ikut andil dalam perjuangan bangsa, mereka juga punya semangat kebangsaan yang kuat, berperan dalam kemerdekaan bangsa. Makanya membalas jasa bagi mereka dengan UU perlindungan hak ulama itu,"jelas Achmad.

Bagaimanapun juga menurut Achmad, Ulama menjadi aset bangsa, yang ikut mencerdaskan kehidupan berbangsa.

"Memang wacana rancangan UU Perlindungan ulama dan simbol agama itu sudah ada, namun kalau lebih baiknya dari pemerintah dan lebih cepat direalisasikan,"ujar Achmad.

Fraksi Demokrat di DPR RI sendiri menurut Achmad mendukung penuh pembentukan Rancangan UU tersebut, setidaknya untuk Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2022 sudah bisa masuk. (Tribunpekanbaru.com/Nasuha Nasution)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved