Breaking News:

DPRD Pekanbaru

DPRD Pekanbaru Pada Satgas Covid-19: Jangan Hanya Buru Pedagang Kecil, Kerumunan di Mal Dibiarkan

Dalam beberapa hari terakhir, razia protokol kesehatan yang dilaksanakan Tim Satgas Covid 19 Pekanbaru, sangat gencar dilakukan.

Penulis: Syafruddin Mirohi
Editor: Ariestia

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Dalam beberapa hari terakhir, razia protokol kesehatan yang dilaksanakan Tim Satgas Covid 19 Pekanbaru, sangat gencar dilakukan.

Banyak kalangan yang mendukung, namun ada juga masyarakat yang merasa perlakuan razia tidak adil.

Sebab, razia yang dilakukan Tim Satgas lebih kepada pedagang kecil, termasuk di antaranya pedagang kaki lima, cafe dan sejenisnya. Sementara mal dan pasar tidak dilakukan razia...

Kebijakan ini juga mendapat respon dari kalangan DPRD Pekanbaru. Ketua Komisi II DPRD Pekanbaru H Fathullah SH MH menegaskan, penegakan aturan yang sudah dikeluarkan, seharusnya tidak tebang pilih...

Ketua Komisi II DPRD Pekanbaru H Fathullah
Ketua Komisi II DPRD Pekanbaru H Fathullah (Istimewa)

"Intinya, kami di DPRD sangat mendukung razia ketat prokes Tim Satgas. Tapi jangan lah hanya memburu pedagang kecil, sementara kerumunan di mal seakan dibiarkan," tegas Fathullah kepada Tribunpekanbaru.com, Senin (10/5/2021).

Ironisnya lagi, sesuai surat edaran Walikota Pekanbaru, bahwa mal atau pusat perbelanjaan di Kota Pekanbaru, baru disuruh tutup mulai tanggal 11 s/d 13 Mei 2021.

Politisi Partai Gerindra ini menilai, bahwa terjadi ketidakadilan. Apalagi hampir setiap malam yang jadi sasaran razia, pedagang kecil. Sedangka, yang tempat usaha besar seperti pusat perbelanjaan di Mal dan Pasar, tidak ada dirazia.

"Memang waktunya berbeda. Mal dan pasar memang cepat tutupnya. Tapi kita menilai kerumunannya. Karena di situ potensi terjadinya penyebaran Covid-19. Luar biasa ramainya," tambahnya lagi.

Politisi senior ini sangat sepakat, bahwa aksi kerumunan dalam bentuk apapun, harus dibubarkan, demi terputusnya mata rantai penyebaran Covid-19. Karena itu, razia prokes ini harus adil dan merata, terutama menyusuri semua tempat umum yang menyebabkan kerumunan.

"Sekarang kan terkesan aturan prokes ini hanya berlaku bagi rakyat kecil. Sementara pengusaha besar, seperti diberi dispensasi. Padahal, saya yakin semangat lahirnya aturan Satgas Covid-19 ini sama, yakni memutus rantai penyebaran Covid-19 di Kota Pekanbaru," terangnya. (Tribunpekanbaru.com /Syafruddin Mirohi).  
 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved