Breaking News:

Hamper Lebaran: Sejarah Hamper, Arti Hamper & Perbedaan Hamper dengan Parsel

Keduanya masih berisikan barang-barang yang sama, seperti kue-kue khas lebaran, aneka jajanan, dan juga kartu ucapan.

Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir
Pekerja sedang menyusun parsel lebaran di Shintia Parsel Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru, Selasa (12/5). Pengusaha parsel menyatakan permintaan parsel lebaran tahun ini menurun drastis hingga 70 persen akibat pandemi COVID-19. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Selain mudik dan silaturahim, hari raya Idul Fitri di Indonesia juga biasa dirayakan dengan saling berbagi bingkisan.

Bingkisan yang lazim disebut parsel ini biasanya diberikan oleh perusahaan kepada karyawannya, sesama rekan usaha, atau juga antar saudara.

Selain istilah parsel, saat ini juga ramai diperbincangkan tentang beda parsel dengan hamper.

Secara isi, hamper dan parsel lebaran tidak terlalu jauh berbeda.

Keduanya masih berisikan barang-barang yang sama, seperti kue-kue khas lebaran, aneka jajanan, dan juga kartu ucapan.

Baca juga: VIRAL VIDEO Detik-detik Ustadz di Tembilahan Riau Meninggal Posisi Sujud Saat Salat Tarawih

Baca juga: Takbiran Idul Fitri 1442 H 2021: Bacaan Takbir pendek & Bacaan Takbir Panjang

Sejarah hamper

Menurut sejarahnya, hamper pertama kali dikenalkan ke Inggris oleh William the Conqueror, yang memerintah pada abad ke-11 tepat setelah Pertempuran Hastings.

Hamper berasal dari bahasa Perancis 'hanapier', yang secara harfiah berarti 'keranjang untuk piala'.

Keranjang anyaman pertama kali digunakan untuk mengangkut makanan dan anggur dalam perjalanan panjang melintasi daratan dan laut di era ini sekitar 1000 tahun yang lalu.

Anyaman adalah bahan utama yang digunakan untuk membuat wadah makanan pada periode ini, karena jauh lebih ringan dari kayu konvensional tetapi sama tahan lama.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved