Breaking News:

Hamper Lebaran: Sejarah Hamper, Arti Hamper & Perbedaan Hamper dengan Parsel

Keduanya masih berisikan barang-barang yang sama, seperti kue-kue khas lebaran, aneka jajanan, dan juga kartu ucapan.

Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir
Pekerja sedang menyusun parsel lebaran di Shintia Parsel Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru, Selasa (12/5). Pengusaha parsel menyatakan permintaan parsel lebaran tahun ini menurun drastis hingga 70 persen akibat pandemi COVID-19. 

Sosiolog Universitas Sebelas Maret (UNS) Dr. Drajat Tri Kartono, M.Si, memaparkan bahwa seseorang membeli barang lebih mahal bukan karena nilai gunanya atau fungsinya, tapi nilai simboliknya.

Nilai simbolik berarti barang-barang itu bisa memberikan simbol atau kesan kepada pembelinya.

"Penataan hamper lebih ekslusif dan terkesan klasik dan unik, membuat pembelinya kalau mengirimkan barang itu kepada orang lain akan mendapatkan penilaian sebagai orang berselera tinggi, elit, dan eksklusif," jelas Drajat saat dihubungi Kompas.com (22/5/2020).

Menurut dia, kemasan bisa meningkatkan nilai simbolik pada suatu barang. Sehingga tidak mengherankan bila kemudian banyak orang berani membeli barang berkualitas standart lebih rendah dengan harga tinggi agar mendapatkan kesan, atau penilaian sebagai simbol kelas elit atau kelas atas.

Drajat juga menyebut bahwa pola konsumsi konsumen usia muda tidak lagi hanya berfokus pada fungsi barang, melainkan juga untuk meningkatkan status sosial.

Hal ini terjadi biasanya karena adanya kesenjangan sosial yang tinggi, sehingga barang-barang bermerek dan mahal tidak bisa dijangkau kelas menengah ke bawah.

"Maka agar dapat memperoleh reputasi atau status sosial yang sama dengan kelas atas, maka yang dikejar atau dibeli adalah simbolnya atau bungkusnya, bukan isinya," kata Drajat. 

Hamper dan parsel

Melansir Klasika Kompas, istilah parsel yang merujuk pada hadiah atau bingkisan lebaran, seharusnya menggunakan kata hamper.

Kata hamper mengacu pada bahasa Inggris yang berarti keranjang.

Hamper punya perlakuan dan sifat lebih khusus daripada parsel, dalam pengirimannya harus dipisahkan dengan barang lainnya karena tidak boleh berbenturan dengan barang lain dan tidak boleh rusak.

Sementara itu, di dunia pengiriman barang, kata parsel merujuk pada semua barang yang dikirim, entah itu dokumen, makanan, barang mentah, ataupun produk jadi lainnya. Selama terbungkus dengan baik, barang itu disebut parsel.

Parsel pun memiliki sifat lebih umum, tidak ada perlakukan khusus atau lebih intim.

Hal ini karena memang parsel layaknya sebuah kiriman paket biasa yang dikirim menggunakan jasa layanan pengiriman seperti pos atau logistik personal pada umumnya.

Berbeda dengan hamper yang punya kesan lebih personal, intim, dan dekat karena biasanya dikirimkan pada hari raya atau hari khusus.

Biasanya bahkan memiliki kartu ucapan untuk menyampaikan maksud pengirimannya.

SUMBER

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved