Breaking News:

Larangan Mudik Lebaran, Tapi Banyak Pemudik Lokal di Riau Masih Bebas Lewati Posko Penyekatan

Peraturan larangan mudik lebaran sudah diterapkan, namun masih banyak pemudik lokal di Riau yang bebas lewati Posko penyekatan.

Penulis: Nasuha Nasution | Editor: Ariestia
Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir
Petugas saat melakukan pemeriksaan di Posko Penyekatan jalan Lintas Timur KM 22, Tenayan Raya, Pekanbaru, Kamis (6/5/2021). Peraturan larangan mudik lebaran sudah diterapkan, namun masih banyak pemudik lokal di Riau yang bebas lewati Posko penyekatan. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Peraturan larangan mudik lebaran sudah diterapkan, namun masih banyak pemudik lokal di Riau yang bebas lewati Posko penyekatan.

Meskipun sebelumnya dikatakan tidak akan ada celah bagi pemudik lokal di Riau, ternyata itu tidak berjalan.

pasalnya masih banyak Pemudik yang bisa melewati jalur penyekatan pada saat jam petugas sedang tidak berjaga.

Seperti seorang pemudik dari Pekanbaru ke Bengkalis Eka Yusuf, ia sengaja melintasi penyekatan keluar dari Pekanbaru pukul 2.00 dinihari, tidak ada petugas yang menyetop mereka saat melintas.

"Nggak ada yang menyetop aman aja, memang iya, sengaja lewatnya dinihari, dan gitu juga di posko penyekatan lain nggak ada yang setiap,"ujar Eka Yusuf kepada tribunpekanbaru.com Senin (10/5/2021).

Menurut Eka Yusuf, ia sengaja tetap pulang kampung karena sudah dua tahun tidak pulang ke kampung halamannya, maka berbagai cara ia lakukan untuk melintasi penyekatan tersebut.

Hal senada juga dilakukan seorang pemudik dari Pekanbaru ke Dalu-dalu Rokan Hulu, Asbiah, ia juga bebas melintasi beberapa posko penyekatan mulai dari posko keluar dari Pekanbaru.

"Petugas ada, cuma nggak distop, dibiarkan saja lewat,"ujar Asbiah.

Pemudik lainnya Supriadi yang melakukan perjalanan dari Pasirpengarayan ke pulau Bengkalis juga bisa melewati sejumlah posko penyekatan tanpa disuruh putar balik.

"Saya lewat saja dan tidak ada distop apalagi disuruh putar arah, yang lain juga gitu main lewat aja,"ujar Supriadi.

Bahkan sopir travel rute Pekanbaru - Tembilahan saja masih tetap beroperasi, namun jadwal keberangkatannya sekitar diatas pukul 21.00 WIB. Ini mereka lakukan untuk mudah melewati posko penyekatan.

"Tetap jalan, namanya cari uang ya tetaplah, cuma harus pandai-pandai di jalan,"ujar seorang sopir travel asal Tembilahan saat bercerita dengan tribunpekanbaru.com.

Memang untuk tarif jasa angkutan sendiri naik Rp50 ribu dari hari biasanya, namun bagi penumpang itu tidak menjadi persoalan asalkan bisa pulang kampung.

Sementara itu, sejak dioperasikan 6 Mei lalu, petugas di pos penyekatan mudik perbatasan Provinsi Riau telah meminta putar balik sedikitnya 618 kendaraan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved