Breaking News:

Raup Rp1 Juta Semalam dari Martabak Telur,Yusmanenti Banderol Rp 5 Ribu Per Porsi, Apa Istimewanya?

Warga Siak Riau ini raup Rp1 Juta semalam dari martabak telur.Yusmanenti banderol Rp 5 Ribu per porsi, apa sih istimewanya? Simak resepnya

Penulis: Mayonal Putra | Editor: Nurul Qomariah
TRIBUNPEKANBARU/MAYONAL PUTRA
Raup Rp1 Juta Semalam dari Martabak Telur,Yusmanenti Banderol Rp 5 Ribu Per Porsi, Apa Istimewanya?Foto:Martabak telur olahan Yusmanenti, warga Siak Riau. Isinya lengkap harganya hanya Rp 5.000. Tribunpekanbaru.com/Mayonal Putra 

Bedanya berjualan pada Ramadan, waktunya yang singkat namun pembeli begitu banyak dalam waktu bersamaan.

“Untungnya di bulan puasa ini, banyak yang berjualan takjil di sekita sini. Banyak pelanggan yang menunggu antrean setelah beduk, tanda berbuka ditabuh, sehingga mereka bisa membeli takjil sendiri untuk berbuka saat mengantre,” kata dia.

Resep Martabak Telur Ala Yusmanenti

Bahan untuk membuat martabak telur ini adalah tepung terigu, minyak sayur,
telur yang dikocok lepas sekitar 2 sendok makan, air matang dan juga garam.

Pengolahannya dengan mencampur dan aduk rata terigu, telur, minyak dan garam.

Lalu tambahkan air perlahan saja sambil dikacau atau diuleni agar adonannya merata atau kalis.

Bagi adonan jadi 2 atau 3 bagian, lalu bulatkan dan olesi dengan minyak goreng kemudian diamkan.

Untuk isiannya:

Bawang putih sekitar 4 butir yang dihaluskan.

Telur sekitar 6 butir, bubuk kari/curry powder sekitar 1 sendok makan.

“Jika mau isinya bisa dengan daging sekitar 300 gram yang digiling, atau ayam atau ikan,”
kata Yusmanenti.

Kemudian irisan bawang bombay sekitar 6 sendok makan, idaun bawang sekitar 4 batang yang diiris- iris, merica dan garam.

Cara mengilah isinya tidak ribet, yakni tumis bawang putih dan bawang bombay sampai semerbak wanginya.

Kemudian masukkan daging, daun bawang, curry powder, garam dan aduk rata.

Jika sudah matang baru angkat dan sisihkan.

Selanjutnya kocok 4 butir telur dan bikin orak arik setengah matang untuk bagian dalam.

“Setelah isinya lengkap, lalu kulitnya kita lipat rapi dan masukkan ke kuali penggorengan, dengan suhu yang diatur. Bolak-balik beberapa saat, hingga warna pada kulitnya berubah. Jika terasa sudah matang baru diangkat,” jelas Yusmanenti.

( Tribunpekanbaru.com / Mayonal Putra )

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved