Breaking News:

Ustadz Zulkarnain Meninggal Dunia

Wapres Ma’ruf Kenang Ustadz Tengku Zul,’Saya Kehilangan Betul, Dia Pendakwah yang Gigih’

Wapres Ma’ruf Kenang Ustadz Tengku Zul,’Saya Kehilangan Betul, Dia Pendakwah yang Gigih.’ Selain itu,dia orang yang hangat dalam berdiskusi.

Editor: Nurul Qomariah
Tribun Lampung
Wapres Ma’ruf Kenang Ustadz Tengku Zul,’Saya Kehilangan Betul, Dia Pendakwah yang Gigih’. Foto:Tengku Zulkarnain 

TRIBUNPEKANBARU.COM, JAKARTA - Wapres Ma’ruf Kenang Ustadz Tengku Zul,’Saya Kehilangan Betul, Dia Pendakwah yang Gigih.’ Selain itu,dia orang yang hangat dalam berdiskusi.

Rasa duka meninggalnya Ustadz Tengku Zulkarnain dirasakan orang-orang yang dekat atau pernah berinteraksi dengannya.

Satu diantaranya Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

Wapres ikut berbelasungkawa atas meninggalnya Ustadz Tengku Zulkarnain.

Hal tersebut disampaikan juru bicara Wapres, Masduki Baidlowi.

Ma'ruf mengenang Ustadz Tengku Zul sebagai orang yang gemar berdiskusi.

"Tadi Wapres memerintahkan saya mengirim bunga duka kepada pihak keluarga Tengku Zul di Sumatera. Dia bilang, 'saya kehilangan betul Tengku Zul. Karena dia orang yang hangat dalam berdiskusi'," kata Masduki menirukan ucapan Ma'ruf, dalam keterangan yang diterima, Selasa (11/5/2021).

Proses Penyelenggaraan Sholat Jenazah Ustadz Tengku Zulkarnain Dikawal Ketat Brimob Polda Riau
Proses Penyelenggaraan Sholat Jenazah Ustadz Tengku Zulkarnain Dikawal Ketat Brimob Polda Riau (Tribun Pekanbaru/Dodi Vladimir)

Untuk diketahui, Ma'ruf dan Tengku Zul sempat ada dalam satu kepengurusan di Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Kala itu, Ma'ruf menjabat Ketua Umum MUI, sementara Tengku Zul merupakan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen).

Masduki juga ada dalam kepengurusan MUI karena menjabat Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi.

Masduki mengatakan, Majelis Ulama Indonesia pun kehilangan dan bersedih atas meninggalnya Tengku Zul.

"Dia (Ma'ruf) yakin Tengku Zul orang baik. Semoga husnul khotimah, dan keluarga diberi ketabahan. Kami bersedih, berduka kehilangan kawan, sahabat yang baik," tambahnya.

Masduki mengenang sosok Tengku Zul yang suka berdiskusi.

"Yang istimewa di beliau itu, sekeras apapun dialog, berdebat, setelah itu selesai. Almarhum itu orang baik. Bahwa beliau itu khas Medan, seperti orang keras itu biasa. Tetapi hatinya sangat lunak, saling memaafkan orangnya," kata Masduki.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved