Breaking News:

SEJARAH PANJANG Perjanjian Oslo Upaya Damai Israel & Palestina: Tapi Seperti Tak Berguna

Perjanjian Oslo adalah momen penting dalam mengejar perjanjian damai di Timur Tengah.

MAHMUD HAMS / AFP
Serangan udara Israel di Jalur Gaza. Israel melancarkan serangan udara mematikan di Gaza sebagai tanggapan atas rentetan roket yang ditembakkan oleh gerakan Islam Hamas di tengah kekerasan yang meningkat yang dipicu oleh kerusuhan di kompleks Masjid Al-Aqsa Yerusalem. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Konflik Israel dan Palestina telah berlangsung 100 tahun lamanya, tapi belum berakhir juga hingga hari ini.

Justru, bentrokan berdarah sering kali terjadi yang mengorbankan banyak warga sipil, seperti saat ini yang puncaknya dimulai pada Senin (10/5/2021) di Yerusalem, kota yang menjadi perebutan dua rival bebuyutan.

Kekuatan dunia telah berusaha menjembatani untuk membentuk perjanjian damai abadi yang mengakhiri konflik Israel dan Palestina melalui sejumlah forum, salah satunya dengan melahirkan "Perjanjian Oslo", tapi hasilnya masih nihil.

Perjanjian Oslo adalah momen penting dalam mengejar perjanjian damai di Timur Tengah.

Perjanjian ini melingkupi kesepakatan yang ditandatangani oleh pemerintah Israel dan Palestina, yang diwakilkan dengan kepemimpinan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO).

Melansir History, Perjanjian Oslo diratifikasi di Washington DC pada 1993 (Oslo I) dan di Taba, Mesir pada 1995 (Oslo II).

Sementara ketentuan yang disusun selama pembicaraan tetap berlaku hingga hari ini, tetapi hubungan antara kedua belah pihak terus rusak oleh konflik berkepanjangan.

Baca juga: Berikut Panduan Shalat Ied Agar Beribadah Khusyuk dan Aman dari COVID-19

Baca juga: Batrai Iron Dome Israel Rusak, Rudal Sijeel Hamas Tembus Jantung Kota Ashkelon

Perjanjian Oslo ini seharusnya patut diperhatikan karena PLO setuju untuk secara resmi mengakui negara Israel.

Lalu di lain sisi, Israel pada gilirannya mengizinkan Palestina untuk mendirikan pemeirntahan sendiri secara terbatas di Gaza dan Tepi Barat, yang disebut juga dengan Wilayah Pendudukan.

Perjanjian ini dilihat sebagai batu loncatan menuju ratifikasi perjanjian damai formal antara kedua belah pihak untuk mengakhiri konflik selama beberapa dekade.

Halaman
1234
Editor: Firmauli Sihaloho
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved