Breaking News:

Tempat Wisata dan Tempat Hiburan Tutup, Khusus di Pekanbaru dan di Zona Merah Covid-19 di Pelalawan

Tempat wisata dan tempat hiburan tutup, khusus di Pekanbaru dan di Zona Merah Covid-19 di Pelalawan, sebagai langkah antisipasi penyebaran Covid-19

Editor: Nolpitos Hendri
Tempat Wisata dan Tempat Hiburan Tutup, Khusus di Pekanbaru dan di Zona Merah Covid-19 di Pelalawan. Foto: Danau Tajwid di Pelalawan 

TRIBUNPEKANBARU.COM, RIAU - Tempat wisata dan tempat hiburan tutup, khusus di Pekanbaru dan di Zona Merah Covid-19 di Pelalawan, sebagai langkah antisipasi Penyebaran Covid-19 .

Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Pelalawan Riau meminta seluruh tempat wisata dan tempat hiburan yang berada di Zona Merah Covid-19 untuk tutup selama libur Lebaran tahun 2021.

Imbauan itu disampaikan Disparpora melalui Surat Edaran (SE) nomor 556/DPPO-par/SE/2021/361 yang ditujukan kepada seluruh pimpinan pengelola objek wisata, hotel, restoran dan rumah makan, serta pelaku industri pariwisata dan ekonomi kreatif.

Ada empat poin yang ditekankan dalam SE tersebut yang berlaku selama libur Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah. 

"Pelaku usaha pusat rekreasi, hiburan umum, kafe, KTV yang berada di Zona Merah , wajib menutup usahanya selama libur lebaran.

Guna menghindari kerumunan yang berpotensi menimbulkan klaster penularan baru Covid-19," kata kepala Disparpora Pelalawan, Andi Yuliandri, kepada tribunpekanbaru.com, Rabu (12/05/2021).

Jika merujuk pada penatapan Zona Merah di Kabupaten Pelalawan, ada dua kecamatan yakni Pangkalan Kerinci dan Ukui.

Alhasil tempat wisata di Pangkalan Kerinci seperti Pantai Kuala Terusan serta tempat hiburan lainnya harus tutup.

Demikian juga di Kecamatan Ukui, tempat wisata Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) juga tidak boleh buka.

Kemudian kegiatan restoran pada zona kuning dan hijau diizinkan melayani makan dan minum ditempat dengan kapasitas maksimal 50 persen.

Layanan pesan antar ataupun dibawa pulang diperbolehkan sesuai jam operasional dengan penerapan Protokol Kesehatan (Prokes) yang ketat. 

Kegiatan seni, sosial, dan budaya yang dapat menimbulkan keramaian diizinkan dibuka maksimal 25 persen dengan Prokes yang lebih ketat.

Sedangkan destinasi wisata dan hiburan di zona hijau dan kuning harus menjaga Prokes seperti yang dijalankan selama ini.

"Kita juga minta para pelaku wisata agar saling mengingatkan, mengedukasi, dan memberikan pengertian terkait Prokes.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved