Breaking News:

Pemda Diminta Karantina Pemudik yang Terlanjur Sampai di Kampung Halaman

Masih ada saja masyarakat yang nekat untuk mudik ke kampung halamannya di saat pandemi Covid-19.

Penulis: Ilham Yafiz | Editor: Ilham Yafiz
Dokumentasi Tribun Pekanbaru / Doddy Vladimir
Petugas melakukan pemeriksaan di Posko Penyekatan jalan Lintas Timur KM 22, Tenayan Raya, Pekanbaru, Kamis (6/5/2021). 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Masih ada saja masyarakat yang nekat untuk mudik ke kampung halamannya di saat pandemi Covid-19.

Larangan mudik sudah dilakukan Pemerintah jauh hari sebelum Lebaran Idul Fitri tahun ini 2021.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito meminta semua pihak mematuhi kebijakan peniadaan mudik lebaran.

Ia memperingatkan bagi yang nekat melanggar siap untuk menerima sanksi berupa diminta kembali ke asal perjalanan.

Namun, apabila para pemudik nekat hingga tiba di kampung halamannya, maka Satgas meminta pemerintah mengambil tindakan untuk mengkarantina pemudik tersebut.

Sangat diharapkan pos komando (posko) di desa dan kelurahan mengoptimalkan perannya dalam penanganan COVID-19 di tingkatan terkecil.

"Saya meminta pemerintah daerah dan satgas di daerah, untuk melakukan karantina selama 5x24 jam bagi masyarakat yang datang dari luar daerah. Sehingga dapat mencegah penularan dengan optimalisasi Posko di desa atau kelurahan," Ujar Wiku dalam rilis tertulisnya yang Tribunpekanbaru.com terima.

Sangat disayangkan sekali jika pemudik yang nekat itu tiba di kampung halamannya.

Karena masyarakat yang mudik berpeluang untuk tertular ataupun menularkan COVID-19.

Perlu dipahami bahwa penyekatan adalah bagian dari kebijakan pe larangan mudik yang sepatutnya dipatuhi masyarakat agar virus COVID-19 tidak menyebar secara luas.

Terjadinya penularan dapat diakibatkan mobilitas orang yang berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya.

Sedianya masyarakat tidak seharusnya melanggar aturan yang ditetapkan pemerintah karena berpotensi mendapatkan konsekuensi hukum.

"Patuhi kebijakan ini untuk kebaikan bersama dalam mencegah terjadinya penularan COVID-19," pesan Wiku.

Yang sangat dikhawatirkan, adanya dampak dari peningkatan kasus baru yang baru akan terlihat dalam 2 - 3 minggu paska kegiatan mudik.

Potensi peningkatan kasus dapat terjadi apabila masyarakat terus memaksakan diri untuk melakukan mudik.

"Perlu diingat, esensi peniadaan mudik adalah untuk mencegah terjadinya penularan dan lonjakan kasus," pungkas Wiku.

( Tribunpekanbaru.com )

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved