Breaking News:

Ragam Tradisi Lebaran Unik yang Ada di Indonesia, Pukul Sapu Hingga Grebeg Syawal 

Menyambut datangnya Hari Kemenangan, ada banyak tradisi Lebaran yang dilakukan umat Muslim di berbagai daerah di Indonesia.

Editor: M Iqbal
TRIBUNJOGJA/Bramasto Adhy
GREBEG SYAWAL : Sejumlah abdi dalem menggotong gunungan ke halaman Masjid Gede Kauman, Yogyakarta, Kamis (7/7). Grebeg 1 Syawal 1437 H merupakan simbol ucapan syukur Kraton Yogyakarta atas rejeki dan keselamatan dari Tuhan YME. TRIBUNJOGJA/Bramasto Adhy 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Berikut berbagai tradisi lebaran unik yang ada di Indonesia.  

Menyambut datangnya Hari Kemenangan, ada banyak tradisi Lebaran yang dilakukan umat Muslim di berbagai daerah di Indonesia.

Tradisi yang dilakukan menjadi bentuk syukur dan berbagi terhadap sesama.

 

Tak hanya Pontianak, ada banyak tradisi lain yang masih dilakukan oleh masyarakat.

Apa saja tradisi tersebut?

Dilansir TribunTravel dari berbagai sumber, berikut enam tradisi unik sambut lebaran di berbagai daerah di Indonesia.

1. Meugang, Aceh

Di Aceh ada sebuah tradisi Lebaran yang selalu dilakukan setiap tahun ketika menjelang perayaan Idul Fitri.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-AdAsia'); });

Tradisi tersebut adalah Meugang.

Meugang merupakan tradisi memasak dan memakan bersama untuk dibagikan pada kaum dhuafa sebagai bentuk saling berbagi.

Umumnya, masyarakat kampung akan berkumpul di masjid untuk memasak daging dan memakan bersama.

2. Ronjok Sayak, Bengkulu

Tradisi Ronjok Sayak sudah dilakukan selama ratusan tahun oleh Suku Serawai, tradisi ini dilakukan saat malam takbiran, tepatnya setelah salat Isya.

Warga Bengkulu, terutama suku Serawai menyusun batok kelapa menjulang tinggi ke atas, kemudian dibakar di depan rumah.

3. Pukul Sapu, Maluku Tengah

Pada hari ke tujuh Lebaran, warga desa Morella dan desa Mamala, Leihitu, Maluku Tengah selalu berkumpul di halaman masjid besar.

Mereka ingin melihat tradisi Pukul Sapu yang biasa dilakukan antara perwakilan pria dari masing-masing kedua desa.

Dalam tradisi ini, mereka saling menyabetkan lidi dari pohon enau ke badan lawannya.

Tradisi Pukul Sapu, berlangsung selama 30 menit.

4. Festival Meriam Karbit, Pontianak

Festival Meriam Karbit merupakan tradisi Lebaran yang dilakukan warga Pontianak, Kalimantan Barat.

Tradisi Festival Meriam Karbitini sudah dilakukan sejak 200 tahun mengunakan meriam yang terbuat dari bambu besar dan diletakkan di pinggir Sungai Kapuas.

Saat malam takbiran, warga Pontianak berkumpul di sekitar pinggir Sungai Kapuas menyalakan meriam sebagai tanda datangnya hari kemenangan.

5. Grebeg Syawal, Yogyakarta

Grebeg Syawal dilaksanakan setiap 1 Syawal atau bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri di Yogyakarta.

Biasanya, Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat akan membuat tujuh gunungan.

Satu diantar ke Pura Pakualaman, satu ke Kepatihan, dan yang lima lainnya ke Masjid Gede Kauman, kemudian akan diarak ke Alun-alun Utara untuk diperebutkan masyarakat yang hadir.

Masyarakat percaya, mereka yang berhasil mengambil hasil bumi dari gunungan tersebut akan dilimpahi dengan berkah.

6. Batobo, Riau

Masyarakat Riau yang mudik ke kampung halaman, bukan hanya disambut oleh keluarga saja, namun juga mendapatkan sambutan meriah seperti artis ibu kota oleh warga desa.

Mereka akan diarak dan diiringi rebana menuju ke tempat buka bersama.

Disclaimer: mengingat saat ini sedang dalam situasi pandemi, tradisi Lebaran yang mengundang keramaian mungkin ditiadakan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Indonesia.

(TribunTravel.com/ Septi Nandiastuti)

Artikel ini telah tayang di TribunTravel.com dengan judul 6 Tradisi Lebaran Unik di Berbagai Daerah di Indonesia, Ada Grebeg Syawal di Yogyakarta, https://travel.tribunnews.com/2021/05/13/6-tradisi-lebaran-unik-di-berbagai-daerah-di-indonesia-ada-grebeg-syawal-di-yogyakarta?page=all.
Penulis: Septi Nandiastuti
Editor: Rizky Tyas Febriani

 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved