Breaking News:

China Dilaporkan Bakal Mengekstraksi Uranium Dari Air Laut Untuk Kembangkan Senjata Nuklirnya

Keamanan uranium adalah hambatan utama bagi rencana negara untuk menjadi penghasil tenaga nuklir terbesar di dunia pada tahun 2030.

Shutterstock
ULUSTRASI 

TRIBUNPEKANBARU.COM - China telah mengumumkan niatnya untuk membangun pembangkit listrik yang mampu mengekstraksi uranium dari laut, memicu kekhawatiran baru akan perang nuklir.

Akademi Fisika Teknik China, yang mengawasi pengembangan senjata nuklir negara, mengatakan pekerjaan konstruksi dapat dimulai paling cepat 2026.

Setelah selesai, pabrik akan dapat mengekstraksi berton-ton uranium (logam radioaktif yang mampu mempertahankan reaksi fisi nuklir) dari air laut, yang diyakini dapat menampung 1.000 kali cadangan tanah.

Dilansir dari Daily Star, China secara alami kekurangan uranium, dengan cadangan hanya 170.000 ton, lapor South China Morning Post.

Jika negara tersebut bermaksud untuk mempertahankan konstruksi reaktornya saat ini yang terdiri dari enam hingga delapan gedung setiap tahun, itu akan membutuhkan sekitar 35.000 ton uranium per tahun pada tahun 2035 menurut perkiraan resmi.

Jika China benar-benar kehabisan uranium, negara adikuasa itu akan bergantung pada impor bahan bakar asing dalam rantai pasokan global yang semakin tidak menentu di tengah ketegangan internasional.

Keamanan uranium adalah hambatan utama bagi rencana negara untuk menjadi penghasil tenaga nuklir terbesar di dunia pada tahun 2030.

Tetapi jika Cina dapat memperoleh logam radioaktif dari laut, ia akan tiba-tiba memiliki akses ke pasokan yang hampir tak terbatas.

 
Editor: Guruh Budi Wibowo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved