Breaking News:

Neraka Di Tanah Suci, Anak-anak Palestina Bergelimpangan Usai Israel Membombardir Gaza

Fakta menakutkan lainnya, pria terlihat membawa mayat anak-anak yang berlumuran darah ke rumah sakit.

Capture Mirror
paramedis menyelamatkan anak Palestina korban bom Israel 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Gambaran Palestina sebagai tanah suci yang penuh dengan berkah tampaknya hanya ada dalam ayat-ayat kitab suci saja.

Kini, tanah suci itu bak neraka dengan mayat-mayat bergelimpangan.

Bangunan-bangunan yabng dulunya megah dibangun berubah menjadi onggokan batu dan puing-puing.

Gaza, Palestina kembali porak poranda oleh serangan brutal Israel. Jeritan anak-anak dan perempuan di mana-mana dengan luka yang masih menganga.

Mirisnya, itu terjadi menjelang Idul Fitri dan berlanjut di hari kemenangan umat Islam.

Dilansir dari Mirror, Kementerian Kesehatan Gaza mengumumkan bahwa 31 anak termasuk di antara 119 warga sipil Palestina yang tewas dalam beberapa hari terakhir.

p:nth-of-type(2)","sizes":[[8,8]],"hideOnSensitiveArticle":true,"relativePos":"after","additionalClass":"in-article","name":"div-gpt-ad-vip-slot","type":"VIP","bidders":{"ozone":"1420432300"}}" data-gpt-placeholder="" data-response-start="3244.035000097938" data-type="gpt"> 

Israel memulai pembomannya di Jalur Gaza setelah Hamas, kelompok yang berkuasa di kantong itu, menembakkan roket ke Tel Aviv dan Yerusalem pada hari Senin kemarin.

Satu tentara dan enam warga sipil telah tewas di Israel akibat kekerasan minggu ini, meskipun Gaza telah menderita sebagian besar korban jiwa.

Gambar mengerikan menunjukkan mayat balita tergeletak di tanah sebelum dimakamkan di kota Beit Lahia di utara Gaza.

Fakta menakutkan lainnya, pria terlihat membawa mayat anak-anak yang berlumuran darah ke rumah sakit.

Dr Mohammed Abu Selmia, kepala rumah sakit terbesar di Gaza, mengatakan mayat anak-anak yang 'tercabik-cabik' sedang tiba di fasilitas tersebut.

"Ada anak-anak yang kaki atau lengannya diamputasi. Ada anak-anak yang terkoyak. Beberapa anak dibawa untuk operasi darurat karena luka di hati dan usus.

"Lebih dari 50% cedera serius atau kritis." katanya kepada Al Jazeera.

Atallah Al-Masri, yang saudara laki-lakinya dirawat di Rumah Sakit Al-Shifa, menggambarkan bagaimana seorang gadis muda dan dua sepupunya 'dicabik-cabik' dalam satu serangan.

Rekaman yang dibagikan di media sosial juga menunjukkan anak-anak dan keluarga mereka meringkuk ketakutan di dalam rumah mereka saat mereka diguncang oleh ledakan di dekatnya.

Salah satu gambar yang memilukan menunjukkan seorang anak laki-laki Palestina menarik gerobak yang membawa saudara laki-lakinya dan barang-barang mereka saat melarikan diri dari rumah mereka di Kota Gaza.

Seorang gadis berusia 10 tahun yang tinggal di wilayah tersebut mengatakan kepada Save the Children bahwa dia 'hidup dalam ketakutan, stres dan kengerian sepanjang waktu'.

"Ada suara ledakan keras sepanjang waktu. Itu sangat tiba-tiba. Kami hidup dalam ketakutan, stres dan kengerian sepanjang waktu.

"Bahkan saat Idul Fitri, kami tidak merayakan atau mengenakan pakaian bagus, kami belum mengunjungi siapa pun, mereka mengambil suka cita Idul Fitri dari kami." katanya.

Mazen Naim, yang bekerja untuk Save the Children di Gaza, telah berlindung di rumahnya bersama istri dan tiga anaknya yang masih kecil sejak Senin kemarin.

"Tadi pagi anak-anak saya dan saya meninggalkan ruangan untuk meregangkan kaki kami ketika tiba-tiba gedung sebelah dihantam. Saya mendengar ledakan keras, dan anak-anak berteriak.

"Mereka sangat ketakutan. Kami lari dan bersembunyi di kamar tidur kami dan ledakan terus berlanjut. Kami mendengar suara sedetik dan yang ketiga dan mungkin lebih, saya tidak bisa menghitung.

"Puing berjatuhan dan kami bisa mendengar tetangga berteriak juga. Setelah debu mengendap, kami melihat ambulans mendatangi mereka. Siapa yang tahu apa yang akan terjadi selanjutnya?" kata Mazen.

Para ibu di wilayah itu mengatakan kepada BBC bahwa mereka tidak bisa tidur karena mereka takut suatu saat bisa menjadi saat terakhir mereka.

"Segalanya bergetar di sekitar kami. Dan kami juga gemetar karena kami sangat takut." katanya.

Pada hari Selasa, Israel menghancurkan blok menara perumahan dan komersial 13 lantai di daerah padat penduduk dengan bom yang diluncurkan dari tank maupun pesawat tempur.

Hamas tak tinggal diam, mereka menembakkan roket ke Yerusalem dan Tel Aviv pada hari Senin sebagai pembalasan atas bentrokan polisi Israel dengan warga Palestina di dekat masjid al-Aqsa di Yerusalem.(Tribunpekanbaru.co).

Editor: Guruh Budi Wibowo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved