Breaking News:

Pemudik Nekat Dilarang Melintas, Kapolres Dumai Sebut Ratusan Kendaraan Dipaksa Putar Balik

Tak ada toleransi, pemudik nekat dilarang melintas, Kapolres Dumai sebut ratusan kendaraan dipaksa putar balik

istimewa
Pemudik Nekat Dilarang Melintas, Kapolres Dumai Sebut Ratusan Kendaraan Dipaksa Putar Balik. Foto: Kapolres Dumai AKBP Andri Ananta Yudistira 

TRIBUNPEKANBARU.COM, DUMAI - Tak ada toleransi, pemudik nekat dilarang melintas, Kapolres Dumai sebut ratusan kendaraan dipaksa putar balik.

Menindak lanjuti perintah dilarang mudik baik dalam provinsi maupu luar provinsi, Polres Dumai, telah membangun pos penyekatan di perbatasan Dumai sejak 22 April 2021.

Kapolres Dumai, AKBP Andri Ananta Yudisthira, bahwa untuk menindaklanjuti larangan mudik dari pemerintah yang sudah dimulai pada Kamis (6/5/2021) dini hari, sudah ada ratusan kendaraan yang dipaksa putar balik.

Ratusan kendaraan itu tidak diizinkan melintas karena tidak sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan, baik yang masuk dan pergi di Kota Dumai.

AKBP Andri menjelaskan, kendaraan yang dipaksa putar balik yang paling banyak memang berada di pos penyekatan di pintu tol D‎umai, hampir 50 persen dari jumlah kendaraan yang dipaksa putar balik.

Lebih lanjut dijelaskannya, bahwa kebanyakan kendaraan yang dipaksa putar balik yakni, dengan menunjukan keterangan perjalanan dinas namun tidak disertai dengan surat bebas ‎bebas Covid-19 seperti rapid antigen.

"Setiap harinya sejak diberlakukannya larangan mudik kita masih menjumpai ada pemudik yang mencoba melakukan perjalanan mudik, jika ditemukan kita tak ada toleransi jika menyalahi akan dipaksa putar balik," ucap Kapolres.

"Jika memang masuk kriteria kendaraan yang boleh masuk akan kita persilahkan," katanya, kepada Tribunpekanbaru.com, beberapa waktu lalu.

Ia menerangkan, bahwa tidak ada pengendoran di pos-pos penyekatan, bahkan akan lebih diperketat.

"Jadi jangan memaksakan diri untuk tetap mudik, jika tidak ingin dipaksa putar balik," imbaunya.

Halaman
12
Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved