Breaking News:

100 Rumah Diperkirakan Terdampak, Dua Desa di Bunut Pelalawan Riau Diterjang Banjir 

Banjir berasal dari luapan sungai-sungai yang berada di antara dua desa yang diguyur hujan deras.

ISTIMEWA
Bupati Pelalawan H Zukri meninjau banjir di Desa Bagan Laguh dan Desa Lubuk Mas di Kecamatan Bunut, Sabtu (16/05/2021) 

TRIBUNPEKANBARU.COM, BUNUT - Dua desa di Kecamatan Bunut Kabupaten Pelalawan Riau diterjang banjir pada Sabtu (15/05/2021) lalu.

Diduga akibat curah hujan yang tinggi beberapa hari terakhirnya hingga terjadi genangan air.

Adapun desa yang terdampak banjir yakni Desa Bagan Laguh dan Desa Lubuk Mas yang letaknya berdekatan. Hingga Minggu (16/05/2021) air masih menggenangi fasilitas umum dan permungkiman warga.

Banjir berasal dari luapan sungai-sungai yang berada di antara dua desa yang diguyur hujan deras.

Alhasil meluber hingga ke jalan serta rumah-rumah penduduk dengan tinggi genangan antara 50 sampai 80 centimeter.

"Air mulai naik sejak Sabtu (15/05/2021) subuh saat hujan deras dengan durasi yang lama turun di lokasi," terang Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Abu Bakar FE, kepada tribunpekanbaru.com, Minggu (16/05/2021).

Baca juga: 1 Orang Meninggal, Muncul 6 Pasien Baru, Kasus Harian Covid-19 di Pelalawan Melandai Pascalebaran

Baca juga: Klaster Keluarga Muncul Lagi di Dua Wilayah, Tambah 18 Kasus Covid-19 di Pelalawan Hari Ini

Baca juga: Salat Idul Fitri Bersama Keluarga di Halaman Rumah Dinas, Bupati Pelalawan Jadi Imam dan Khatib

Abu Bakar menyebutkan, banjir sempat menggenangi rumah serta akses jalan yang ada di dua desa tersebut.

Diperkirakan ada 100 rumah yang terdampak banjir serta beberapa ruas jalan ikut tergenang hingga sulit dilewati kendaraan roda empat maupun roda dua.

Warga terpaksa berjalan kaki menyusuri banjir jika ingin ke luar dari rumah. Bahkan air sampai masuk ke dalam beberapa rumah yang merendam isi didalamnya.

Diduga kuat, sungai-sungai yang ada tidak mampu menampung volume air yang datang akibat hujan deras.

Pasalnya, sungai dan kanal yang ada mengalami pendangkalan hingga kapasitasnya berkurang. Alhasil air meluap dan menggenangi dua desa tersebut.

"Hari ini air mulai surut dan sudah berkurang dibanding kemarin. Jalanan yang sebelumnya terendam telah kering," tandas Abu Bakar.

Pemerintah desa, kecamatan, dan Dinas Sosial sedang melakukan penanganan di lokasi dengan mendata warga dan rumah yang terdampak.

Rencananya akan didirikan posko banjir untuk membantu masyarakat yang terdampak.

(Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)

Penulis: johanes
Editor: Sesri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved