Breaking News:

DPRD Pekanbaru

Dinilai Lecehkan Visi Kota, Ketua DPRD Pekanbaru Desak Pemko Cabut Izin Hotel Esek-esek

DPRD Pekanbaru sudah merekomendasikan kepada Pemko melalui OPD terkait, agar mencabut izin hotel kelas melati

Penulis: Syafruddin Mirohi
Editor: Ariestia
Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir
Tim Raimas Bono DitSamapta Polda Riau melakukan penggerebekan sejumlah hotel di Pekanbaru, Senin (10/5/2021) dinihari. (www.tribunpekanbaru.com/Doddy Vladimir). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - DPRD Pekanbaru sudah merekomendasikan kepada Pemko melalui OPD terkait, agar mencabut izin hotel kelas melati, yang diduga  menyediakan tempat prostitusi.

Tidak hanya itu, DPRD juga meminta agar hotel tersebut diberi sanksi tegas.

Ketua DPRD Pekanbaru Hamdani SIP menegaskan, hotel yang dimaksud menyiapkan tempat esek-esek tersebut yakni, dua hotel Sabrina di Jalan Tuanku Tambusai dan di Jalan Sudirman.

Termasuk halnya Citismart Hotel Bandara, yang merupakan grup Sabrina, serta Citismart Hotel Bandara Emerald Hotel di Jalan Kaharuddin Nasution.

Hal ini terbukti dari dari tiga kali razia, masing-masing dua kali razia yang dilakukan Tim Bono Polda Riau, serta sebelumnya razia Komisi I DPRD Pekanbaru bersama Tim Yustisi Pemko.

"Pemilik dan manajemen hotel, tidak mengindahkan peringatan yang sudah kita sampaikan. Ini bandel namanya, jadi harus dicabut izinnya," kata Hamdani, Senin (17/5/2021) kepada Tribunpekanbaru.com.

Tindakan yang sudah dilakukan pemilik hotel, menunjukkan tidak taat dengan aturan, serta dinilai sudah melecehkan visi misi Kota Pekanbaru, sebagai Kota Smart City Madani.

Pemilik hotel dipastikan sengaja mengangkangi aturan yang ada, karena selama ini merasa aman dari razia.

Makanya, mereka menerima anak (cewek) di bawah umur, untuk menginap beberapa hari di hotel tersebut.

Politisi PKS ini akan mempermasalahkan, jika rekomendasi DPRD tidak direspon oleh OPD terkait.

Baik itu DM-PTSP sebagai pemberi izin, Satpol PP selaku penegak Perda, serta OPD terkait lainnya.

"Ini catatan penting yang harus dijalankan. Karena mereka sudah jelas-jelas menyiapkan tempat prostitusi. Bahkan masyarakat sekitar hotel sudah resah. Karena awal kasus ini muncul, dari laporan masyarakat setempat ke DPRD beberapa waktu lalu," tegasnya lagi.

Hamdani menyampaikan lagi, bahwa Pemko harus tegas untuk persoalan ini.

Jangan sampai hanya gara-gara hotel ini, Kota Pekanbaru dicap sebagai kota prostitusi ke depannya. (Tribunpekanbaru.com/Syafruddin Mirohi).  

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved