Breaking News:

Saksi Memberatkan Yan Prana: Uang Diterima Beda dengan di Kwitansi, Biaya Perjalanan Dinas Dipotong

Sejumlah saksi kembali dihadirkan di persidangan perkara dugaan korupsi anggaran rutin di Bappeda Siak dengan terdakwa Yan Prana Jaya

Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir
Saksi Memberatkan Yan Prana: Uang Diterima Beda dengan di Kwitansi, Biaya Perjalanan Dinas Dipotong. Foto: Terdakwa Yan Prana Jaya Indra Rasyid, Sekretaris Daerah atau Sekdaprov Riau non aktif saat mengikuti sidang lanjutan perkara dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Pekanbaru pada Senin (12/4/2021). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Sejumlah saksi kembali dihadirkan di persidangan perkara Dugaan Korupsi anggaran rutin di Bappeda Siak dengan terdakwa Yan Prana Jaya pada Senin (17/5/2021).

Sidang lanjutan kasus Dugaan Korupsi Yan Prana ini digelar di Pengadilan Tipikor Pada Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, dipimpin majelis hakim yang diketuai Lilin Herlina.

Duduk sebagai pesakitan dalam perkara Dugaan Korupsi ini, Sekretaris Daerah Sekda Provinsi atau Sekdaprov Riau non aktif, Yan Prana Jaya.

Sebagai besar saksi yang hadir, mengakui adanya pemotongan biaya perjalanan dinas sebesar 10 persen.

Ada pula dari mereka yang merupakan pegawai di Bappeda Siak, tak tahu peruntukan uang yang dipotong itu.

"Dipotong 10 persen oleh Bendahara. Siapa yang simpan (10 persen itu) dan untuk apa kegunaannya, tidak tahu," ucap para saksi.

Seperti pengakuan saksi Yusrianto.

Menurutnya pemotongan 10 persen dalam perjalanan dinasnya, disampaikan oleh Bendahara Bappeda Siak kala itu.

"Saya tidak ikut rapat, karena baru masuk Bappeda tahun 2017.

Pemotongan 10 persen itu disampaikan Bendahara," ungkap dia.

Halaman
1234
Penulis: Rizky Armanda
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved