Breaking News:

Anggota DPRD Riau Mulai Curigai Penggunaan Dana Covid-19 Pemprov Riau, Ada Apa?

Kalangan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau mulai berspekulasi dan curiga penggunaan dana untuk Covid-19 Riau tidak jelas.

TRIBUNPEKANBARU/NASUHA NASUTION
Anggota DPRD Riau, Husaimi Hamidi 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kalangan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau mulai berspekulasi dan curiga penggunaan dana untuk Covid-19 Riau tidak jelas.

Hal itu setelah pemerintah provinsi (Pemprov) Riau dianggap tidak transparan dan menolak hadir saat dipanggil hearing beberapa waktu lalu

Apalagi sebelumnya, pihak Dewan sempat meminta secara rinci penggunaan dana Covid-19 yang diambil dari kegiatan lainnya.

Namun tidak dijelaskan secara detil penggunaan tersebut.

"Kita mempertanyakan penggunaan dana Covid-19, karena sebelumnya waktu di Banggar pernah diminta namun kita belum mendapatkan penjelasan secara detail," ujar Ketua Fraksi gabungan PPP, Nasdem Hanura Husaimi Hamidi kepada tribunpekanbaru.com Selasa (18/6/2021).

Karena selama ini banyak anggaran yang dialihkan ke penanganan Covid-19, bahkan yang sudah direncakan mau dibangun tidak jadi dibangun karena masuk ke dana tak terduga penanganan Covid-19.

"Mau kemana uangnya, sementara dipanggil hearing juga tidak mau datang, padahal anggaran yang digunakan tidak sedikit," ujarnya.

Sehingga menurut Husaimi sudah tepat dibuat Pansus di DPRD untuk membuka itu semuanya dan termasuk sebagai upaya penekanan kasus Covid-19 di Riau.

Pihaknya juga mempertanyakan kejelasan penganggaran untuk swab masyarakat di Rumah Sakit Umum Daerah Arifin Achmad apakah swab itu dibayar dan uangnya masuk ke Badan Layanan Umum Daerah RSUD AA.

"Lebih cenderung pada keterbukaan, kemudian pemprov Riau juga sewa hotel Aryaduta siapa saja yang menginap di sana dan bagaimana prosesnya," ujar Husaimi.

Karena Husaimi juga mempertanyakan, anggaran yang dialihkan untuk penanganan Covid-19 di Riau tidak sedikit, sementara kasus terkonfirmasi setiap harinya masih banyak di Riau.

"Dana keluar banyak dan kok kasus tidak berkurang, makanya kita ingin pertanyakan itu ke Satgas dan Pemprov Riau," jelas Husaimi Hamidi. (Tribunpekanbaru.com/Nasuha Nasution)

Penulis: Nasuha Nasution
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved