Breaking News:

Sidang Dugaan Korupsi Yan Prana, Mantan Bawahan Ungkap Penggunaan Biaya Hasil Pemotongan 10 Persen

Sejumlah saksi kembali dihadirkan di persidangan perkara dugaan korupsi Yan Prana Jaya terkait anggaran rutin di Bappeda Siak, Senin (17/5/2021).

Penulis: Rizky Armanda | Editor: Ariestia
Istimewa
Sejumlah saksi kembali dihadirkan di persidangan perkara dugaan korupsi Yan Prana Jaya terkait anggaran rutin di Bappeda Siak, Senin (17/5/2021). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Sejumlah saksi kembali dihadirkan di persidangan perkara dugaan korupsi Yan Prana Jaya terkait anggaran rutin di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Siak tahun 2014-2017, Senin (17/5/2021).

Sidang digelar di Pengadilan Tipikor Pada Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, dipimpin majelis hakim yang diketuai Lilin Herlina.

Duduk sebagai pesakitan dalam perkara ini, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau non aktif, Yan Prana Jaya.

Sebagai besar saksi yang hadir, mengakui adanya pemotongan biaya perjalanan dinas sebesar 10 persen.

Ada pula dari mereka yang merupakan pegawai di Bappeda Siak, tak tahu peruntukan uang yang dipotong itu.

"Dipotong 10 persen oleh Bendahara. Siapa yang simpan (10 persen itu) dan untuk apa kegunaannya, tidak tahu," ucap para saksi.

Seperti pengakuan saksi Yusrianto. Menurutnya pemotongan 10 persen dalam perjalanan dinasnya, disampaikan oleh Bendahara Bappeda Siak kala itu.

"Saya tidak ikut rapat, karena baru masuk Bappeda tahun 2017. pemotongan 10 persen itu disampaikan Bendahara," ungkap dia.

Tahu ada pemotongan, Yusrianto hanya diam saja, tidak protes. Meski pun uang yang dia terima, tak sesuai dengan kwitansi yang ia teken.

"Uang yang diterima dengan yang tertulis di kwitansi tidak sama," aku dia.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved