Breaking News:

Mal Diizinkan Buka, Padahal Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Anggota DPRD Pekanbaru Ini Minta Dievaluasi

Kalangan DPRD Pekanbaru, sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan Pemko Pekanbaru, dalam hal mencegah penyebaran kasus covid-19.

Penulis: Syafruddin Mirohi
Editor: Ariestia
Istimewa
Anggota Komisi II DPRD Pekanbaru, Sabarudi ST 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU -  Kalangan DPRD Pekanbaru, sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan Pemko Pekanbaru, dalam hal mencegah penyebaran kasus covid-19.

Sebab, apapun ceritanya, kasus covid-19 ini harus turun dan segera tuntas.

Hanya saja, khusus kebijakan melalui surat edaran Pemko Pekanbaru, tentang penutupan tempat wisata serta peniadaan kegiatan di gedung pertemuan, hotel dan convention center mulai dari tanggal 17-23 Mei mendatang, dinilai legislator di Gedung Payung Sekaki DPRD Pekanbaru, tidak adil.

Sebab, jika tujuannya untuk menghindari kerumunan yang berpotensi menimbulkan kluster baru, kenapa mal dan pusat perbelanjaan dibiarkan beroperasi.

"Tidak ada yang bisa menjamin, di mal atau pusat perbelanjaan tidak berkerumun. Tapi kenapa diizinkan. Sementara tempat wisata dan lainnya tutup. Kan ini kebijakan pincang, tidak adil," tegas "Anggota DPRD Pekanbaru Sabarudi kepada Tribunpekanbaru.com, Rabu (19/5/2021).

Politisi PKS ini mengharapkan, agar kebijakan tersebut dievaluasi lagi.

Sehingga tidak menimbulkan kecemburuan di tengah masyarakat, bahwa ada stigma tebang pilih.

Kondisi ini juga kini justru menimbulkan prasangka negatif dari masyarakat.

Harusnya, kebijakan yang dikeluarkan berprinsip sama di mata hukum, tidak ada istilah anak tiri atau anak kandung.

"Memang aneh, kemarin Sholat Idul Fitri dilarang, mal bahkan tempat wisata saat itu, bebas beroperasi tanpa mematuhi prokes.

Sekarang dilarang lagi, ini kebijakan amburadul,” tegas Anggota Komisi II ini lagi.

Karenanya, agar benar-benar tujuan untuk memutus penyebaran Covid-19, Pemko melalui Tim Satgas Covid-19, benar-benar menerapkan aturan yang sama, bijak dan adil.

Jangan lukai masyarakat, yang kini memang dalam kondisi sulit ekonomi. (Tribunpekanbaru.com/Syafruddin Mirohi).  

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved